TARAKAN – Kehadiran Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, MA., Ph.D., dalam Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia 2026 di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Tarakan menjadi momentum penting bagi Kalimantan Utara.
Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., mengatakan kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat upaya konservasi lahan basah.
Ia menyebut ekosistem mangrove di Kalimantan Utara memiliki fungsi vital sebagai pelindung alami wilayah pesisir.
Selain menahan abrasi, mangrove juga menjadi habitat berbagai flora dan fauna endemik yang harus dijaga keberlanjutannya.
Gubernur Zainal menegaskan bahwa peran mangrove semakin penting di tengah ancaman perubahan iklim global.
“Mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon lebih besar dibandingkan hutan daratan, sehingga sangat efektif dalam mitigasi perubahan iklim,” pungkasnya. (*)












Discussion about this post