TARAKAN — Meski jumlah penderita AIDS di Kabupaten Nunukan tercatat mengalami penurunan, DPRD Kalimantan Utara menilai upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS tetap harus diperkuat.
Anggota Komisi I DPRD Kaltara dapil Nunukan, H. Ladullah, menyampaikan hal tersebut usai rapat pembahasan Pergub Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS, Senin (09/2/2026).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Nunukan, jumlah penderita AIDS menurun dari 36 orang pada tahun 2024 menjadi 34 orang pada tahun 2025.
Data tersebut juga menunjukkan lebih dari 50 persen kasus AIDS di Nunukan didominasi oleh kelompok lelaki suka lelaki (LSL), sementara sisanya berasal dari kelompok heteroseksual.
Menurut Ladullah, meskipun terjadi penurunan, kondisi tersebut tidak boleh membuat upaya pencegahan menjadi kendor.
Ia menekankan pentingnya sosialisasi dan pendataan yang berkelanjutan agar angka kasus dapat terus ditekan.
“Kegiatan penanggulangan HIV di Nunukan harus tetap ditingkatkan,” ujarnya.
Ladullah juga menyatakan DPRD Kaltara akan mendorong dinas terkait untuk lebih aktif dalam menjalankan program pencegahan.
Ia berharap melalui penguatan koordinasi dan regulasi, penanganan HIV/AIDS di Nunukan dapat berjalan lebih efektif dan berkesinambungan. (*)












Discussion about this post