TARAKAN – Suasana duka menyelimuti proses pemulangan jenazah pilot pesawat Pelita Air nomor penerbangan PAS 7101 registrasi PK-PPA yang mengalami kecelakaan di wilayah Gunung Pa’belaban, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan. Setelah melalui proses evakuasi yang cukup berat di Long Bawan, jenazah almarhum Capt. Hendrick L. Adam akhirnya diterbangkan ke Tarakan dan selanjutnya dipulangkan ke Bogor untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Komandan Lanud Anang Busra Tarakan, Marsma TNI Andreas A. Dhewo, menjelaskan bahwa pesawat milik maskapai Mission Aviation Fellowship (MAF) registrasi PK-MEE yang membawa jenazah mendarat di Lanud Anang Busra pada Jumat pukul 12.25 WITA. Pesawat tersebut sebelumnya lepas landas dari Long Bawan pukul 11.38 WITA.
“Pesawat MAF sebelumnya berangkat dari Tarakan pukul 10.20 WITA menuju Long Bawan untuk menjemput jenazah yang telah dievakuasi sehari sebelumnya,” ujarnya kepada awak media, Jumat (20/02/2026).
Ia menambahkan, proses evakuasi dari lokasi jatuhnya pesawat berlangsung penuh kehati-hatian. Medan yang berbukit, licin, dan terjal dengan jarak sekitar tiga hingga lima kilometer dari bandara menjadi tantangan tersendiri bagi tim gabungan.
Pesawat nahas itu sebelumnya tiba di Bandara Long Bawan sekitar pukul 11.00 WITA dari Tarakan dengan membawa muatan sekitar 4.000 liter BBM jenis Pertalite. Setelah proses bongkar muatan, pesawat kembali lepas landas menuju Tarakan sekitar pukul 12.10 WITA. Namun beberapa menit kemudian dilaporkan jatuh di sekitar Desa Pabetung, Kampung Baru. Pilot ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam badan pesawat.
Hingga pukul 15.20 WITA pada hari kejadian, jenazah berhasil dievakuasi dan dibawa ke RS Pratama Long Bawan. Selanjutnya, dilakukan koordinasi lintas instansi untuk proses pemulangan ke Tarakan.
Menurut Andreas, sejak awal kejadian TNI Angkatan Udara memberikan dukungan penuh bersama Basarnas, kepolisian, otoritas bandara, AirNav, serta manajemen Pelita Air. Sinergi tersebut memastikan seluruh tahapan, mulai dari evakuasi hingga pemulangan, berjalan lancar.
Setibanya di Tarakan, jenazah langsung dibawa menggunakan ambulans menuju Gunung Lingkas untuk proses pemulasaran. Pada pukul 14.35 WITA, jenazah diberangkatkan melalui Bandara Juwata Tarakan menuju Jakarta dengan maskapai Batik Air.

Penyambutan jenazah selain dihadiri Komandan Lanud Anang Busra Tarakan, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Tarakan, Kepala Teknik dan Operasi Bandara Juwata Tarakan, Kepala Safety Pelita Air, perwakilan KNKT, perwakilan AirNav, serta para pemangku kepentingan dari unsur TNI dan Polri.
Di Jakarta, jenazah akan diserahkan kepada keluarga di Bogor. Pihak keluarga masih mengoordinasikan jadwal pemakaman.
Marsma TNI Andreas menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan insiden tersebut. “Sinergi dan kolaborasi seluruh unsur berjalan sangat baik. Ini wujud komitmen bersama dalam menangani situasi darurat secara cepat, tepat, dan penuh tanggung jawab,” pungkasnya. (*)












Discussion about this post