KRAYAN – Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) RI mengumpulkan data dan fakta lapangan dalam rangka investigasi kecelakaan pesawat milik Pelita Air jenis Air Tractor AT-802 registrasi PK-PAA yang jatuh di Gunung Pa’ Belaban, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pada Sabtu (21/02/2026).
Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama unsur TNI, Polri, BPBD, dan pihak bandara, tim berhasil menemukan perangkat Garmin yang terpasang di pesawat. Perangkat tersebut kini diamankan untuk dianalisis lebih lanjut sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Perwakilan Tim KNKT RI, Voltha Herry, menegaskan bahwa investigasi dilakukan bukan untuk menentukan pihak yang bersalah, melainkan untuk mengungkap faktor penyebab kecelakaan secara komprehensif.
“Investigasi ini bertujuan untuk pembelajaran. Kami ingin mengetahui rangkaian peristiwa yang terjadi agar bisa menjadi rekomendasi keselamatan dan mencegah kejadian serupa terulang,” ujar Voltha.
Ia menjelaskan bahwa pesawat sebelumnya melayani rute Long Bawan–Tarakan dan sempat mendarat di Bandara Long Bawan untuk menurunkan muatan BBM jenis Pertalite sekitar 4.000 liter. Setelah lepas landas kembali menuju Tarakan, pesawat dilaporkan jatuh beberapa menit kemudian di wilayah perbukitan sekitar Desa Pabetung.
Dalam kecelakaan tersebut, pilot Capt. Hendrick L. Adam ditemukan meninggal dunia di dalam badan pesawat.
Voltha mengungkapkan bahwa pesawat jenis ini tidak dilengkapi black box karena sesuai ketentuan, pesawat dengan berat di bawah 5.700 kilogram tidak diwajibkan memasang flight recorder maupun cockpit voice recorder.
“Karena tidak ada black box, kami akan memaksimalkan sumber data lain seperti pemeriksaan fisik pesawat, dokumen perawatan, keterangan saksi, serta perangkat Garmin yang telah ditemukan. Namun, kami masih harus memastikan apakah perangkat tersebut dalam kondisi baik dan datanya bisa diakses,” jelasnya.
Selain perangkat Garmin, tim juga mengamankan sampel bahan bakar untuk dilakukan pengujian lebih lanjut. KNKT memastikan seluruh proses investigasi dilakukan secara independen dan hasilnya akan diumumkan secara resmi setelah analisis selesai.
Proses penyelidikan berjalan dengan dukungan penuh aparat gabungan guna memastikan standar keselamatan penerbangan tetap terjaga, khususnya di wilayah perbatasan. (*)










Discussion about this post