BULUNGAN – Akses Jalan Poros Trans Kalimantan Utara (Kaltara) di Desa Kelembunan, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, dilaporkan putus total setelah gorong-gorong di jalur tersebut amblas, Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 04.00 WITA.
Peristiwa ini mengakibatkan jalur utama penghubung Kabupaten Bulungan dengan Tana Tidung, Malinau hingga Nunukan tidak dapat dilalui. Jalan tersebut merupakan akses vital distribusi logistik dan mobilitas masyarakat antarwilayah di Kaltara.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, titik kerusakan berada di depan kawasan pertokoan Desa Kelembunan, tepatnya di sekitar Indomaret dan konter Inayah Cell. Badan jalan di atas gorong-gorong runtuh sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas.
Diduga, amblasnya gorong-gorong dipicu meluapnya debit air setelah hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Tekanan air yang tinggi menyebabkan struktur di bawah badan jalan tidak mampu menahan beban hingga akhirnya runtuh.
Informasi kejadian pertama kali beredar di media sosial warga pada pagi hari. Dalam pesan tersebut disebutkan jalan poros Trans Kaltara di Sekatak terputus total.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polresta Bulungan, Aipda Hadi Purnomo, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi.
“Iya benar. Kami masih menunggu laporan selanjutnya dari Polsek Sekatak,” ujarnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Sekatak langsung menuju lokasi dan memasang garis polisi (police line) guna mencegah kendaraan melintas serta menghindari potensi kecelakaan.
Untuk sementara, arus lalu lintas dialihkan melalui jalur alternatif yang melewati Desa Kelembunan Bawah menuju Desa Kelising atau Paru Abang, kemudian kembali keluar ke jalan poros Trans Kaltara.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa. Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta memperhitungkan waktu tempuh akibat pengalihan arus.
Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan segera melakukan penanganan darurat agar akses utama penghubung antarwilayah di Kalimantan Utara tersebut dapat segera kembali normal. (*)










Discussion about this post