TARAKAN – Anggota DPRD Kalimantan Utara dari daerah pemilihan Tarakan, Syamsuddin Arfah, menggelar reses masa persidangan III bersama warga Selumit RT 07 di Rumah Makan Mak Enek, Senin (18/05/2026).
Kegiatan reses tersebut dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan keluhan secara langsung, terutama terkait program beasiswa, pengembangan UMKM, hingga persoalan infrastruktur lingkungan.
Dalam dialog bersama warga, Syamsuddin mengaku lebih memilih pola reses dengan banyak mendengar dibanding menyampaikan program secara sepihak.
“Saya ingin mendengarkan langsung apa yang dirasakan masyarakat. Dari situ kita bisa tahu apa saja yang masih menjadi kendala di lapangan,” katanya.
Pembahasan mengenai beasiswa menjadi salah satu topik yang paling menarik perhatian warga. Syamsuddin menyebut masih ada masyarakat yang belum mengetahui adanya program beasiswa unggul dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.
Namun, ia juga menerima cerita positif dari salah satu mahasiswi penerima bantuan pendidikan yang mengaku terbantu selama menjalani masa kuliah.
“Ada mahasiswa yang menyampaikan bahwa selama kuliah hampir setiap tahun mendapatkan beasiswa dan itu sangat membantu kebutuhan pendidikan mereka,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan program beasiswa pemerintah cukup dirasakan manfaatnya, namun penyebaran informasi kepada masyarakat masih perlu diperkuat.
Selain pendidikan, warga juga menyampaikan aspirasi terkait pembangunan lingkungan seperti akses jalan dan saluran drainase.
Beberapa warga mengeluhkan proyek lingkungan yang telah diajukan belum sepenuhnya selesai karena keterbatasan anggaran.
“Ada usulan pekerjaan 25 meter, tetapi di lapangan ternyata kebutuhan sampai 28 meter. Sementara anggaran yang tersedia kadang hanya cukup untuk menyelesaikan sebagian,” jelas Syamsuddin.
Ia mengatakan keterbatasan anggaran menjadi tantangan tersendiri karena dana yang tersedia harus dibagi untuk banyak kebutuhan masyarakat lainnya.
Tak hanya itu, sektor UMKM juga ikut menjadi pembahasan penting dalam reses tersebut. Menurut Syamsuddin, usaha kecil masyarakat cukup membantu menopang ekonomi keluarga sehingga perlu mendapat perhatian lebih.
“Cerita UMKM ini menarik karena ternyata banyak yang merasa terbantu untuk mendukung pekerjaan dan ekonomi keluarga mereka,” ujarnya.
Syamsuddin memastikan seluruh aspirasi warga akan menjadi catatan dan bahan pengawalan di DPRD Kaltara, terutama untuk persoalan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Kita akan kawal persoalan-persoalan yang disampaikan warga, baik soal akses jalan, lingkungan, maupun sosialisasi program beasiswa,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kondisi anggaran pemerintah saat ini masih belum stabil sehingga perlu penyesuaian dalam menentukan prioritas pembangunan.
“Sekarang kita lebih fokus memperbaiki sistem dan memastikan program yang ada benar-benar tepat sasaran,” tutupnya.(*)









Discussion about this post