TARAKAN – Gagasan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) pengawasan ketenagakerjaan di Provinsi Kalimantan Utara berawal dari aspirasi masyarakat yang diserap saat masa reses DPRD. Hal itu disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kaltara, Supa’ad Hadianto, dalam rapat pembahasan yang digelar Senin (13/04/2026).
Rapat berlangsung di Ruang Rapat Badan Penghubung Provinsi Kaltara, Kelurahan Karang Harapan, Tarakan Barat, dan dihadiri Komisi IV DPRD Kaltara, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta DPD FSP Kahutindo Kaltara.
Supa’ad menjelaskan, isu pengawasan ketenagakerjaan menjadi salah satu perhatian utama masyarakat, terutama terkait masih adanya pelanggaran yang belum tertangani secara optimal.
“Ini kita mulai dari reses. Banyak masukan dari pekerja dan serikat, sehingga kita dorong untuk dibahas bersama,” ujarnya.
Ia mengakui, keterbatasan jumlah pengawas dan anggaran menjadi kendala utama dalam pelaksanaan pengawasan ketenagakerjaan di daerah.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa pembentukan Satgas bukan solusi instan yang bisa langsung diputuskan dalam satu forum.
“Secara prinsip saya setuju. Tapi ini tidak bisa kita putuskan hari ini. Harus kita dudukkan bersama semua pihak agar tidak tumpang tindih,” tegasnya.
Menurutnya, pembahasan lanjutan perlu melibatkan berbagai stakeholder, mulai dari serikat pekerja lainnya, kepolisian, hingga asosiasi pengusaha, guna memastikan keseimbangan kepentingan.
Ia juga menekankan bahwa Satgas nantinya harus memiliki peran yang jelas, yakni sebagai pendukung fungsi pengawasan yang sudah ada, bukan menggantikan peran Dinas Tenaga Kerja.
“Perannya lebih ke membantu, misalnya memberikan informasi awal jika ada pelanggaran. Itu yang perlu kita rumuskan bersama,” katanya.
Selain itu, Supa’ad turut mengingatkan bahwa aspek pendanaan menjadi hal penting yang harus dipikirkan sejak awal agar keberadaan Satgas tidak berhenti pada wacana.
DPRD Kaltara, lanjutnya, berkomitmen untuk melanjutkan pembahasan dengan mengundang lebih banyak pihak guna mematangkan rencana tersebut.
“Semangatnya sudah ada dan direspons positif. Tinggal kita kawal bersama agar benar-benar bisa diwujudkan dan bermanfaat,” tutupnya.(*)












Discussion about this post