TARAKAN – Beberapa bulan lalu, sebuah video sederhana dari Kota Tarakan menyentuh perhatian banyak orang. Dalam rekaman yang viral pada Februari 2026 itu, seorang siswa sekolah dasar terlihat meniti jembatan sempit dari bambu dan kayu untuk menyeberangi sungai demi berangkat ke sekolah.
Jembatan seadanya itu menjadi satu-satunya akses bagi anak-anak menuju sekolah. Setiap langkah yang mereka ambil di atas bambu yang rapuh menghadirkan rasa khawatir, terutama saat arus sungai meningkat atau hujan turun deras.
Kondisi tersebut memantik keprihatinan masyarakat. Warga berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait, sebab akses pendidikan yang aman dan layak merupakan hak setiap anak.
Harapan itu akhirnya terjawab. Pada Minggu (15/03/2026), Kapolda Kalimantan Utara, Djati Wiyoto Abadhy, meresmikan Jembatan Merah Putih Presisi Sungai Cahaya Baru yang berada di Kelurahan Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan.
Jembatan yang berdiri kokoh di Jalan Cahaya Baru itu menggantikan jembatan bambu yang sebelumnya digunakan warga. Kini, anak-anak sekolah dapat melintas dengan lebih aman untuk menuju tempat belajar mereka.
Peresmian dilakukan langsung oleh Kapolda Kaltara yang didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Kaltara, Ny. Sari Djati, serta jajaran Pejabat Utama Polda Kaltara. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh warga yang sejak lama menantikan jembatan tersebut.
Menariknya, dalam peresmian itu turut hadir para siswa yang sebelumnya viral karena harus menyeberangi sungai melalui jembatan bambu. Dengan seragam merah putih, mereka tampak berjalan di atas jembatan baru bersama Kapolda. Wajah ceria dan senyum mereka menggambarkan rasa lega sekaligus bahagia.
Jembatan tersebut merupakan hasil inisiatif dan kerja keras Satuan Brimob Polda Kalimantan Utara di bawah kepemimpinan Sarly Sollu selaku Komandan Satuan Brimob Polda Kaltara. Pembangunannya dimulai pada akhir Februari 2026 sebagai bentuk kepedulian terhadap kesulitan akses yang selama ini dialami warga.
Dalam sambutannya, Kapolda Kaltara menyampaikan apresiasi kepada jajaran Satbrimob atas inisiatif membangun infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat.
“Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini merupakan bukti nyata bahwa kehadiran Polri tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga hadir memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Semoga jembatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik, khususnya bagi para pelajar yang setiap hari melintas di jalur ini,” ujar Kapolda.
Bagi warga Kelurahan Karang Harapan, jembatan ini bukan sekadar sarana penghubung dua sisi sungai. Ia menjadi simbol kepedulian dan harapan baru bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak yang setiap hari menempuh perjalanan menuju sekolah.
Jika dulu orang tua diliputi rasa cemas setiap kali anak mereka meniti jembatan bambu, kini rasa khawatir itu mulai sirna. Anak-anak dapat menyeberang dengan aman, sementara aktivitas warga pun menjadi lebih mudah.
Acara peresmian ditutup dengan peninjauan langsung struktur jembatan oleh Kapolda bersama rombongan. Di atas jembatan yang kini berdiri kokoh, Kapolda berdialog dengan warga yang tak henti menyampaikan rasa terima kasih.
Di tepian Sungai Cahaya Baru, jembatan itu kini bukan hanya sekadar infrastruktur. Ia menjadi jalan penghubung menuju masa depan—tempat di mana langkah-langkah kecil anak-anak Tarakan dapat melintas dengan lebih aman menuju mimpi mereka.









Discussion about this post