PONOROGO – Ledakan hebat mengguncang sebuah rumah di Dusun Cuet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 17.15 WIB. Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan satu remaja meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka serius.
Suara dentuman dilaporkan terdengar hingga ratusan meter dan membuat warga sekitar panik. Beberapa warga langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi sekitar.
Siswanto, Kamituwo Dusun Pendem, Desa Carat, menjadi salah satu orang pertama yang tiba di tempat kejadian. Ia mengaku mendengar ledakan saat berada di rumahnya yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi.
“Ledakannya cuma sekali, tapi sangat keras. Kemungkinan saat itu sedang merakit mercon atau balon udara,” ujarnya.
Tanpa berpikir panjang, Siswanto langsung menuju sumber suara meski lokasi tersebut berada di luar wilayahnya. Sesampainya di lokasi, ia mendapati dua korban dalam kondisi luka parah.
“Saya langsung mencari korban. Dua-duanya masih hidup waktu saya sampai,” katanya.
Korban pertama diketahui bernama Rifai (16). Saat ditemukan, Rifai berada di depan rumah dalam pelukan ibu dan kakaknya. Meski masih bernapas saat itu, kondisinya sangat kritis dan akhirnya meninggal dunia.
“Waktu itu belum meninggal, tapi kondisinya parah sekali. Akhirnya tidak tertolong,” jelas Siswanto.
Sementara korban lainnya, Toni, warga Morosari, Kecamatan Sukorejo, berhasil diselamatkan. Dengan kondisi darurat, Siswanto membawanya ke Rumah Sakit Bantarangin menggunakan sepeda motor pribadinya.
“Saya bawa ke depan rumah lalu langsung saya larikan ke rumah sakit pakai motor,” ungkapnya.
Menurut keterangan saksi, kondisi kedua korban saat ditemukan sangat mengenaskan, dengan tubuh berlumuran darah. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti ledakan yang diduga kuat berasal dari perakitan petasan.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan akibat bahan peledak rakitan dan menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar tidak bermain-main dengan bahan berbahaya yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. (*)
Sumber: ikl.nusantara ,
https://www.instagram.com/swara.borneo/











Discussion about this post