TARAKAN – Tradisi membangunkan sahur dengan iringan musik kembali semarak di Tarakan melalui Parade Musik Sahur dan Sound Sahur Tarakan 2026 yang digelar pada Sabtu malam (14/03/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu agenda yang dinantikan masyarakat setiap Ramadan karena menghadirkan suasana kebersamaan sekaligus ruang kreativitas bagi warga.
Parade tersebut digagas oleh Komunitas Orang Indonesia Tarakan bersama Serikat Pemuda Jawa Kalimantan Utara dengan dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan Pemerintah Kota Tarakan. Sejak awal kegiatan dimulai, masyarakat terlihat memadati sepanjang rute parade untuk menyaksikan penampilan para peserta.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Utara, Saiful Bachry, hadir mewakili Gubernur Kalimantan Utara sekaligus secara resmi melepas peserta dengan mengangkat bendera start. Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Tarakan, anggota DPRD Kalimantan Utara, unsur Forkopimda, serta sejumlah tokoh masyarakat dan organisasi kepemudaan.
Dalam sambutannya, Saiful Bachry menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, parade musik sahur menjadi simbol kebersamaan masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan ini. Semoga Parade Musik Sahur dan Sound Sahur Tarakan 2026 membawa kebaikan, keberkahan, serta semakin mempererat kebersamaan di antara kita semua,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Ramadan merupakan momentum penting bagi umat Muslim untuk meningkatkan kualitas diri, baik dalam hal kesabaran, pengendalian diri, maupun kepedulian sosial.
“Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana untuk melatih kesabaran, memperbaiki akhlak, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” katanya.
Lebih lanjut, Saiful Bachry menilai tradisi membangunkan sahur dengan musik dan alat-alat sederhana telah menjadi bagian dari budaya masyarakat yang perlu dijaga keberlangsungannya.
“Melalui kegiatan yang digagas KGTNI ini, kita tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkreasi secara positif,” tambahnya.
Parade tahun ini diikuti oleh 58 peserta dari berbagai kelompok masyarakat. Mereka terbagi dalam dua kategori, yakni musik sahur pejalan kaki serta kategori sound sahur menggunakan kendaraan seperti truk dan pikap.
Rute parade dimulai dari Stadion Datu Adil dan berakhir di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di kawasan Kelurahan Sebengkok.
Sepanjang perjalanan, warga tampak antusias menyaksikan penampilan peserta yang menampilkan berbagai kreativitas musik sahur. Dentuman alat musik, tabuhan ritmis, serta tata suara dari kendaraan peserta membuat suasana malam Ramadan di Tarakan terasa semakin hidup.
Saiful Bachry juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah.
“Partisipasi masyarakat menjadi kunci penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang maju, makmur, dan berkelanjutan. Semoga Ramadan ini menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan serta membangun Kalimantan Utara yang aman, harmonis, dan penuh toleransi,” tutupnya.(*)










Discussion about this post