TARAKAN — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kota Tarakan. ResMi dilantik pada Jumat (16/11/2026).
Dihadir Wakil Wali Kota Tarakan Ibnu Saud Is, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tarakan. Pelantikan dillaksanakan di Pondok Lesehan Kampung Bugis, kelurahan Karang Anyar, Kota Tarakan, dilakukan langsung oleh Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kaltara, Jufri Budiman, S.Pd.,MM.
Pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Dewan Pengurus Nasional Tani Merdeka Indonesia oleh Sekretaris DPW TMI Kalimantan Utara, Yoko Hamdani, SE., MM. Surat keputusan bernomor 387/SK-DPN/Tani Merdeka/I/2026 tersebut menetapkan susunan pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Tarakan.
Usai dilantik, dalam sambutannya, Ketua DPD TMI Kota Tarakan, Simon Pattino, S.AB., menyebut pelantikan ini merupakan hasil dari proses panjang yang sempat beberapa kali tertunda akibat berbagai kendala internal. Namun, ia menegaskan bahwa pelantikan bukanlah akhir, melainkan awal dari kerja nyata organisasi.
“Perjuangan Tani Merdeka Indonesia Tarakan justru telah dimulai sebelum pelantikan. Kita harus hadir dan bermanfaat bagi petani dan nelayan yang menghadapi banyak persoalan,” ujar Simon.
Ia menyoroti berbagai persoalan yang masih dihadapi petani dan nelayan, mulai dari konflik lahan dengan perusahaan, kesulitan petani rumput laut akibat rendahnya harga dan keterbatasan bibit, hingga nelayan tangkap yang wilayah operasinya bersinggungan dengan aktivitas perusahaan tambang.
“Perjuangan kita adalah memberikan pendampingan, advokasi, dan solusi nyata. Jangan sampai semangat hari ini hanya berhenti di pelantikan,” katanya.
Sementara dalam Sambutanya, Ketua DPW TMI Provinsi Kaltara, Jufri Budiman mengatakan, kepengrusan DPD TMI Kota Tarakan merupakan kepengurusan pertama di Kaltara yang melakukan pelantikan dan akan menyusul DPD lainya, sepeti Malinau, KTT dan Nunukan serta Bulungan yang masih dalam tahap konsolidasi.
Jufri beharap terbentuknya dan telah dilantiknya kepengrusan DPD TMI Kota Tarakan dapat mengawal kepentingan petani dan nelayan, termasuk memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran.
“Organisasi ini bukan hanya untuk petani, tetapi juga nelayan. Kita mengawal hak mereka, mulai dari pupuk, bibit, hingga advokasi jika menghadapi persoalan di lapangan,” ujarnya.
Jufri menambahkan, TMI dibentuk secara nasional oleh Wakil Menteri Pertanian dan memiliki peran strategis dalam mendukung agenda kedaulatan pangan nasional.
“Kita ingin memastikan bantuan dari pusat maupun daerah benar-benar sampai kepada petani dan nelayan yang berhak menerimanya,” kata Jufri.
Selain itu dalam sambutanya Wakil Wali Kota Tarakan Ibnu Saud Is menegaskan pentingnya peran organisasi petani dalam mendukung amanat konstitusi, yakni mewujudkan kesejahteraan rakyat melalui kemandirian pangan.
“Kita tidak bisa sejahtera jika kebutuhan pangan masih bergantung pada impor. Kita harus berdiri di atas kaki sendiri,” ujar Ibnu.
Ibnu Saud menilai keberadaan organisasi petani yang memiliki legal standing sangat penting agar pemerintah dapat menyalurkan bantuan dan membangun kolaborasi secara transparan dan akuntabel.
“Dengan pelantikan ini, Tani Merdeka Indonesia sudah resmi dan memiliki legal standing. Ini membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah kota, provinsi, hingga pusat,” katanya.
Ibnu juga menyinggung keterkaitan kemandirian pangan dengan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut dia, program tersebut hanya dapat berjalan optimal jika produksi pangan lokal kuat dan berkelanjutan.
“Kalau pangan kita kuat, ekonomi daerah ikut bergerak. Ini bukan hanya soal bantuan, tetapi tentang membangun ekosistem pertanian dan perikanan yang mandiri,” jelasnya.
Dengan pelantikan DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Tarakan, diharapkan sinergi antara organisasi petani, kelompok tani, dan pemerintah semakin kuat guna meningkatkan produktivitas pertanian serta kesejahteraan petani dan nelayan di Kota Tarakan.
Diujung acara, usai penatikan dan penyampaian kata sambuta, kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan pupuk kepada kelompok tani. (*)











Discussion about this post