Tarakan – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, kebutuhan energi masyarakat dipastikan tetap terjaga. Melalui Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idul Fitri, PT Pertamina (Persero) memastikan ketersediaan serta kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di wilayah Kalimantan Utara dalam kondisi aman.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menjelaskan bahwa secara nasional Pertamina telah mengaktifkan Satgas Ramadan dan Idul Fitri sejak 9 Maret hingga 1 April 2026.
Ia mengatakan, Satgas tersebut bertugas melakukan pemantauan secara intensif guna memastikan seluruh suplai energi dapat memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran.
“Selama masa Satgas ini kami memastikan seluruh suplai energi, baik BBM maupun LPG, dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah,” ujarnya, Ahad (15/03/3036).
Selain menjaga ketersediaan pasokan, Pertamina juga memastikan seluruh infrastruktur distribusi energi dalam kondisi siap beroperasi. Mulai dari depot penyimpanan, mobil tangki, hingga distribusi melalui jalur laut dan sungai. Bahkan untuk wilayah tertentu di Kalimantan Utara yang memiliki tantangan geografis, distribusi juga dapat dilakukan melalui jalur udara.
Edi menambahkan, selama Ramadan masyarakat juga dapat menikmati berbagai promo menarik yang tersedia melalui aplikasi MyPertamina.
Sementara itu, Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Wilayah Kalimantan Timur Utara VIII Gas, Seftyan Reza Pangestu, menyampaikan bahwa stok LPG untuk wilayah Kalimantan Utara dipastikan aman menjelang Idul Fitri.
Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan selama Ramadan dan Lebaran, Pertamina menyiapkan tambahan penyaluran sekitar delapan persen dari kebutuhan normal. Khusus LPG subsidi, tambahan yang disiapkan mencapai sekitar 26 ribu tabung yang akan didistribusikan ke lima kabupaten dan kota di Kalimantan Utara.
Menurutnya, tambahan tersebut telah dihitung berdasarkan kebutuhan masing-masing daerah sehingga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara merata.
Terkait isu kelangkaan LPG yang sempat beredar di masyarakat, ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut lebih disebabkan keterlambatan distribusi. Pasokan LPG untuk wilayah Kalimantan Utara sebagian berasal dari Berau sehingga pengiriman terkadang dipengaruhi faktor transportasi.
Meski demikian, Pertamina telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta melakukan pengecekan langsung di lapangan agar distribusi tetap berjalan lancar.
Di sisi lain, Sales Branch Manager Kaltimut V Fuel Pertamina, Muhammad Naufal Atiyah, mengatakan bahwa pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga ketersediaan BBM selama masa Satgas.
Salah satunya dengan melakukan inspeksi atau sidak ke SPBU di seluruh wilayah Kalimantan Utara untuk memastikan kesiapan pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, Pertamina juga telah mengajukan kebutuhan kuota BBM kepada lembaga penyalur berdasarkan rekomendasi pemerintah daerah di empat kabupaten dan satu kota di provinsi tersebut.
Pertamina juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk DPRD Provinsi Kalimantan Utara dan DPRD Kota Tarakan untuk membahas proyeksi kebutuhan energi tahun 2026 yang kemudian disampaikan kepada BPH Migas.
Berdasarkan data konsumsi dalam tiga tahun terakhir, peningkatan penggunaan BBM menjelang Lebaran di Kalimantan Utara tidak terlalu signifikan. Jika terjadi kenaikan, umumnya hanya pada BBM non-subsidi dengan peningkatan sekitar 0,8 hingga 1 persen.
Dari sisi pelayanan, SPBU di seluruh wilayah Kalimantan Utara juga dipastikan tetap beroperasi selama masa Lebaran sehingga masyarakat tetap dapat memperoleh BBM dengan mudah.
Pertamina juga memperketat pengawasan terhadap lembaga penyalur, khususnya SPBU, guna mencegah praktik penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi BBM.
Fuel Terminal Manager Tarakan, Hario Somapangsetu, menambahkan bahwa terminal BBM di Tarakan juga telah bersiaga penuh selama masa Satgas.
“Kami standby untuk melakukan penerimaan, penyimpanan, serta penyaluran BBM kepada lembaga penyalur di wilayah Tarakan maupun seluruh Kalimantan Utara,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa stok BBM di terminal tersebut berada dalam kondisi aman dan suplai kapal akan terus berlanjut sehingga tidak terjadi kekosongan pasokan.
Meski demikian, distribusi melalui jalur laut tetap menyesuaikan kondisi cuaca. Jika terjadi gelombang tinggi sesuai peringatan dari BMKG, maka penyaluran akan menunggu hingga kondisi kembali aman.
Menutup keterangannya, Edi Mangun mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM secara bijak dan tidak menyimpan bahan bakar di luar tangki kendaraan karena dapat menimbulkan risiko keselamatan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk melaporkan jika menemukan indikasi penimbunan BBM melalui Call Center Pertamina di nomor 135 yang aktif selama 24 jam. Jika terbukti terjadi pelanggaran, Pertamina akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.(*ma)










Discussion about this post