TARAKAN – Semangat menyambut Ramadan 1447 Hijriah terasa kian semarak di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Puluhan kelompok masyarakat dipastikan akan ambil bagian dalam Parade Musik Sahur dan Sound Sahur Tarakan 2026 setelah pendaftaran resmi ditutup pada Selasa (10/3) malam.
Ketua Komunitas OI Tarakan, Che Ageng, menyebut antusiasme masyarakat mengikuti kegiatan ini cukup tinggi sejak pendaftaran dibuka pada 23 Februari lalu.
“Alhamdulillah, hingga pendaftaran ditutup tercatat 54 tim yang siap mengikuti parade musik sahur. Sementara untuk kategori sound sahur ada 28 peserta yang menggunakan kendaraan seperti truk dan pikap,” kata Che Ageng.

Parade akan digelar dengan konsep long march yang melibatkan regu jalan kaki beranggotakan sekitar 25 hingga 30 orang dengan satu orang koordinator tim. Para peserta akan memulai perjalanan dari depan Stadion Datu Adil menuju simpang lampu merah Sebengkok.
Sepanjang rute, peserta akan menampilkan berbagai kreasi musik sahur dengan memadukan alat musik tradisional, perkusi, hingga aransemen modern yang bernuansa Ramadan.
Panitia juga menyiapkan sejumlah kategori penilaian. Untuk regu jalan kaki, pemenang akan diambil sebanyak enam tim yang terdiri atas juara 1, 2, dan 3 serta juara harapan 1, 2, dan 3.
Sementara untuk kategori parade kendaraan atau sound sahur, penilaian difokuskan pada dua kategori utama, yakni Best Sound Religi, di mana peserta diwajibkan memutar musik bernuansa religi, serta Best Dekorasi dengan tampilan kendaraan yang menonjolkan ornamen Islami.
Rencananya, parade yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 14 Maret 2026 tersebut akan diawali dengan penampilan drum band dari Madrasah Aliyah Negeri Tarakan.
Menurut Che Ageng, kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan masyarakat di malam Ramadan, tetapi juga menjadi wadah kreativitas generasi muda dalam menjaga tradisi sahur yang telah lama hidup di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan suasana sahur yang meriah sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat,” tuturnya.
Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib, pengamanan jalannya parade juga akan didukung oleh personel dari Kepolisian Resor Tarakan.
Parade tersebut rencananya akan dilepas langsung oleh Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, sekitar pukul 21.00 WITA.
Kegiatan ini digagas oleh Komunitas Orang Indonesia Tarakan bersama Serikat Pemuda Jawa Kalimantan Utara dengan dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Pemerintah Kota Tarakan, serta sejumlah pihak, termasuk Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalimantan Utara.
Panitia berharap parade ini dapat menjadi ruang ekspresi masyarakat sekaligus memperkuat tradisi kebersamaan yang menjadi warna khas Ramadan di Kota Tarakan, tutup Che Ageng. (*jmsi)









Discussion about this post