SURAKARTA – Arus modernisasi tidak menyurutkan semangat pelestarian budaya di Kota Solo. Kebaya sebagai warisan bangsa justru terus hidup melalui peran aktif Komunitas Pecinta Kebaya Solo yang konsisten menjaga tradisi.
Hal ini mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, saat menghadiri silaturahmi komunitas tersebut di Taman Balekambang, Kamis (9/4).
Dalam kesempatan itu, Astrid menegaskan bahwa kebaya bukan sekadar pakaian tradisional, tetapi juga simbol identitas perempuan Indonesia yang sarat makna sejarah.
“Kebaya adalah bagian dari jati diri bangsa yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam melestarikan budaya, terutama menjelang peringatan Hari Kartini yang identik dengan semangat perjuangan dan emansipasi perempuan.
Menurutnya, keberadaan Komunitas Pecinta Kebaya Solo menjadi contoh nyata bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan secara inklusif oleh berbagai kalangan.
“Anggotanya beragam, dari berbagai usia dan latar belakang. Ini menunjukkan bahwa budaya milik semua,” katanya.
Astrid berharap gerakan berkebaya tidak hanya berhenti pada simbol, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, khususnya dalam penguatan karakter dan identitas masyarakat.
Pemerintah Kota Surakarta, lanjutnya, siap membuka ruang kolaborasi dengan komunitas budaya dalam mendukung program pembangunan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Komunitas Pecinta Kebaya Solo terus aktif menggelar berbagai kegiatan, mulai dari edukasi, kampanye, hingga pertemuan rutin untuk mengajak generasi muda mencintai kebaya.
Upaya ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan budaya di tengah perubahan zaman sekaligus memperkuat identitas lokal masyarakat.(*ar)









Discussion about this post