NUNUKAN — Bupati Irwan Sabri menegaskan bahwa pembangunan daerah harus diukur dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat, bukan sekadar rencana di atas kertas. Penegasan itu disampaikannya saat bersilaturahmi dengan warga dan tokoh masyarakat Desa Binusan, Kamis (26/3/2026).
Dalam forum yang berlangsung terbuka tersebut, Irwan menyampaikan evaluasi kinerja pemerintahannya selama satu tahun lebih menjabat. Ia secara lugas menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang sebelumnya banyak dikeluhkan masyarakat, khususnya di sektor pelayanan kesehatan dan dukungan terhadap nelayan.
Menurut dia, kondisi rumah sakit di Nunukan pada awal masa kepemimpinannya masih jauh dari harapan, terutama terkait ketersediaan obat-obatan dan kualitas pelayanan. Hal itu, kata dia, menjadi salah satu prioritas utama untuk segera dibenahi.
“Kalau kita bicara jujur, dulu memang banyak kekurangan, terutama soal obat. Itu yang pertama kami benahi,” ujar Irwan di hadapan warga.
Ia menyebut, pembenahan dilakukan secara bertahap dengan fokus pada perbaikan sistem pelayanan dan pemenuhan kebutuhan dasar medis. Meski belum sepenuhnya optimal, Irwan menilai perubahan mulai terlihat dari berkurangnya keluhan masyarakat.
“Sekarang sudah mulai kita rasakan perubahannya. Keluhan itu tidak sebanyak dulu, walaupun kita akui belum selesai,” katanya.
Selain sektor kesehatan, perhatian pemerintah daerah juga diarahkan pada kesejahteraan nelayan. Irwan mengungkapkan bahwa bantuan alat tangkap berupa jaring (gillnet) telah disalurkan kepada sejumlah kelompok nelayan sejak awal masa jabatannya.
Namun, ia tidak menutup fakta bahwa bantuan tersebut belum menjangkau seluruh nelayan. Ia menegaskan, keterbatasan anggaran membuat program harus dijalankan secara bertahap.
“Saya tidak ingin menjanjikan sesuatu yang tidak bisa langsung dipenuhi. Tapi yang jelas, ini akan kita lanjutkan sampai semua bisa merasakan,” tegasnya.
Irwan juga menekankan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan program pemerintah agar masyarakat memahami kondisi riil yang dihadapi pemerintah daerah, termasuk keterbatasan yang ada.
Dalam kesempatan itu, ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga komunikasi dan tidak ragu menyampaikan aspirasi secara langsung. Menurutnya, pendekatan dialog terbuka menjadi kunci dalam memastikan kebijakan yang diambil tepat sasaran.
“Kalau ada yang kurang, sampaikan. Pemerintah butuh masukan dari masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan silaturahmi tersebut juga dimanfaatkan sebagai momentum mempererat hubungan sosial pasca-Idulfitri 1447 Hijriah. Pemerintah daerah turut menyalurkan bantuan sembako kepada warga sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
Di akhir sambutannya, Irwan menegaskan bahwa pembangunan di Kabupaten Nunukan membutuhkan proses dan keterlibatan semua pihak. Ia memastikan pemerintah daerah akan terus bekerja menyelesaikan persoalan yang ada secara bertahap dan terukur.
“Yang penting kita bergerak dan hasilnya bisa dirasakan. Itu yang menjadi tujuan kita bersama,” pungkasnya. (*ma)









Discussion about this post