TANJUNG SELOR – Kapolda Kalimantan Utara Brigjen Pol. Andi Syahriful Taufik menekankan pentingnya kehadiran Polri yang benar-benar dirasakan masyarakat, mulai dari pelayanan publik, penegakan hukum yang berkeadilan, hingga pemberantasan narkoba dan kejahatan lintas batas.
Pesan tersebut disampaikan dalam Commander Wish kepada seluruh personel Polda Kaltara di Gedung Rupatama Bhara Daksa, Senin (19/10/2026). Kegiatan itu didampingi Wakapolda Kaltara Brigjen Pol. Yusuf, S.I.K., M.Hum., serta diikuti personel Polda Kaltara dan jajaran Polres melalui Zoom Meeting.
Dalam arahannya, Kapolda mengingatkan bahwa tugas kepolisian bukan sekadar menjalankan kewenangan, tetapi juga memberikan perlindungan, pertolongan, dan rasa keadilan bagi masyarakat.
“Seluruh personel harus hadir di tengah masyarakat, melindungi, mengayomi, dan melayani dengan tulus. Jadikan setiap langkah sebagai pengabdian dan setiap tindakan sebagai kebaikan. Kita harus bekerja dengan integritas, memberikan pelayanan yang cepat dan adil, serta membangun kepercayaan masyarakat melalui tindakan nyata,” tegasnya.
Kapolda menyampaikan, Commander Wish menjadi pedoman untuk menyatukan visi, misi, dan arah kebijakan seluruh jajaran Polda Kaltara dalam mewujudkan Polri yang profesional, modern, dan berintegritas.
Kebijakan tersebut mengacu pada Asta Cita Pemerintah dan program Polri Presisi dengan mengusung semangat polisi bersama masyarakat.
Ada delapan program prioritas yang menjadi perhatian, yakni penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan rekrutmen, peningkatan pelayanan publik, penegakan hukum, penguatan pengawasan, akuntabilitas anggaran, pemolisian cerdas, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolda juga menekankan enam prinsip perilaku operasional yang harus diterapkan seluruh personel, yaitu hadir melindungi, dekat mengayomi, cepat melayani, adil menegakkan hukum, terbuka diawasi, dan adaptif terhadap perubahan.
Prinsip tersebut diharapkan menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, terutama ketika anggota berhadapan langsung dengan masyarakat yang membutuhkan bantuan maupun kepastian penanganan perkara.
Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Kalimantan Utara memiliki tantangan keamanan yang memerlukan pengawasan berkelanjutan dan kerja sama lintas sektor.
Kapolda menyoroti sejumlah ancaman, mulai dari peredaran narkoba lintas batas, penyelundupan melalui jalur tidak resmi, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), kejahatan ekonomi, pencucian uang, hingga kejahatan digital.
Untuk menghadapi ancaman narkoba, Kapolda menetapkan lima pendekatan prioritas, yakni pencegahan melalui edukasi, penindakan terhadap bandar dan jaringan peredaran, penguatan pengawasan perbatasan, pemulihan kawasan rawan narkoba, serta sinergi dengan BNN, TNI, Bea Cukai, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Penindakan harus dilakukan secara tegas, terukur, dan sesuai ketentuan hukum. Sementara itu, upaya pencegahan dan pemulihan perlu diperkuat untuk melindungi masyarakat dari dampak penyalahgunaan narkotika.
Pengamanan perbatasan juga diarahkan pada peningkatan deteksi dini, pengungkapan jaringan TPPO dengan mengutamakan perlindungan korban, serta penelusuran kejahatan ekonomi lintas batas.
Kapolda meminta seluruh jajaran meningkatkan respons terhadap pengaduan masyarakat, termasuk dengan mengoptimalkan layanan 110 dan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).
Personel diharapkan memberikan pelayanan yang ramah, khususnya kepada korban tindak pidana, serta menyampaikan informasi perkembangan perkara secara jelas.
Selain itu, pembenahan integritas internal, pemberantasan judi daring dan penipuan digital, penciptaan ruang publik yang aman, serta penguatan kemampuan Polres dan Polsek menjadi bagian dari langkah implementasi kebijakan.
Kapolda juga menyoroti kondisi geografis Kalimantan Utara yang mencakup wilayah perbatasan, pesisir, sungai, dan pedalaman. Tantangan jarak serta keterbatasan konektivitas tidak boleh mengurangi upaya memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, kehadiran personel di tengah masyarakat perlu diperkuat melalui deteksi dini, dialog, dan penyelesaian persoalan bersama warga.
Ingatkan Personel tentang Keteladanan
Selain menekankan tugas eksternal, Kapolda mengingatkan pentingnya keteladanan pimpinan, pembinaan anggota, soliditas organisasi, serta perhatian terhadap kesejahteraan personel.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga keharmonisan keluarga dan keseimbangan antara tugas kedinasan dengan kehidupan pribadi.
Dalam arahannya, pangkat dan jabatan ditekankan sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Setiap anggota diharapkan bekerja dengan keberanian, kejujuran, dan ketulusan serta memastikan setiap tindakan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui Commander Wish tersebut, Kapolda Kaltara berharap seluruh personel dapat menerapkan kebijakan pimpinan secara konsisten, memperkuat sinergi lintas sektor, menjaga stabilitas keamanan, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Pada akhirnya, keberhasilan pelaksanaan tugas kepolisian diharapkan tidak hanya terlihat dari penegakan hukum, tetapi juga dari rasa aman, kualitas pelayanan, dan keadilan yang dirasakan masyarakat Kalimantan Utara.










Discussion about this post