BULUNGAN – Proses seleksi Calon Taruna/i Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2026 dipastikan berlangsung tanpa jalur khusus. Seluruh peserta hanya dapat mengikuti satu jalur reguler dengan standar penilaian yang sama.
Hal ini ditegaskan oleh Asisten Sumber Daya Manusia (ASSDM) Polri, Anwar, dalam rangka memastikan transparansi dan keadilan dalam proses rekrutmen.
Ia menyampaikan bahwa sistem penerimaan tahun ini mengedepankan prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis, sebagai bentuk komitmen Polri dalam melakukan reformasi di bidang sumber daya manusia.
“Seleksi dilakukan secara objektif. Tidak ada jalur lain selain reguler, sehingga semua peserta memiliki peluang yang sama,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara, jumlah pendaftar mencapai 7.988 orang. Dari total tersebut, sebanyak 5.432 peserta telah terverifikasi, sementara 2.556 lainnya masih dalam proses verifikasi administrasi.
Untuk mengikuti seleksi Akpol, peserta diwajibkan memiliki nilai rata-rata ijazah minimal 75,00 atau kategori B, serta memenuhi syarat tinggi badan minimal 165 cm untuk pria dan 163 cm untuk wanita.
Selain jalur Akpol, Polri juga membuka rekrutmen Bintara di berbagai bidang, seperti SPKT, Intelijen, Polair, Humas, hingga sektor teknis seperti pertanian, perikanan, akuntansi, teknik sipil, serta tenaga kesehatan dan pendidik.
Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan oleh SSDM Polri dengan pengawasan ketat untuk memastikan proses berjalan secara transparan dan akuntabel.
Menurut Anwar, rekrutmen ini tidak hanya bertujuan menjaring calon anggota Polri, tetapi juga membentuk generasi perwira yang berintegritas, profesional, serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
Dengan sistem seleksi yang terbuka dan berintegritas, Polri berharap dapat terus meningkatkan kepercayaan publik sekaligus menghasilkan sumber daya manusia unggul di institusi kepolisian.









Discussion about this post