KRAYAN — Senyum dan rasa syukur terpancar dari Tokoh Adat Dayak Krayan Hulu, Lewi G. Paru, saat menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kabupaten Nunukan terhadap kondisi jalan di dataran tinggi Krayan.
Bagi Lewi, perbaikan jalan bukan sekadar pekerjaan infrastruktur. Di balik jalan yang kembali dibuka dan diperbaiki, ada aktivitas masyarakat yang selama ini ikut terhambat—mulai dari perjalanan antarkecamatan hingga distribusi kebutuhan pokok dan logistik.
Mewakili masyarakat adat Krayan Hulu, Lewi menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Nunukan, terutama Bupati Nunukan H. Irwan Sabri.
“Sebagai orang tua, sebagai kakek dan nenek, kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Bapak Bupati. Ini merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat Krayan,” ujar Lewi, Jumat (21/8/2026).
Lewi yang kini menjabat sebagai Penasehat Adat Besar Krayan Hulu dan Penasehat Adat Besar Krayan Selatan tersebut menilai perhatian pemerintah daerah menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi masyarakat di kawasan perbatasan.
Terlebih, sejumlah ruas jalan di dataran tinggi Krayan sebelumnya berada dalam kondisi rusak parah. Ketika musim hujan tiba, perjalanan menjadi semakin sulit dan distribusi logistik masyarakat ikut terganggu.
Perhatian tersebut semakin terasa setelah Bupati Nunukan melaksanakan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Long Bawan, Krayan Induk, pada 17 Agustus 2026. Pemkab Nunukan kemudian menyerahkan lima unit alat berat jenis ekskavator kepada lima camat di wilayah Krayan.
Salah satu alat berat tersebut kini beroperasi di Krayan Selatan untuk membantu mengerjakan jalan poros menuju perbatasan Krayan Barat. Penanganan dilakukan dengan dukungan anggaran tanggap darurat dari Pemkab Nunukan.
Bagi Lewi, langkah tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Krayan tidak berjalan sendiri menghadapi persoalan akses jalan.
“Walaupun jalan tersebut masuk dalam jaringan jalan Provinsi Kalimantan Utara, saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan karena sudah membantu memperbaiki jalan yang pernah rusak parah dan sangat sulit dilewati pada saat musim hujan,” katanya.
Ia berharap perbaikan jalan dapat terus dilakukan secara bertahap. Sebab, semakin baik akses jalan, semakin mudah pula masyarakat membawa kebutuhan sehari-hari, mengangkut hasil produksi dan menjalankan aktivitas antarkecamatan.
Lewi juga berharap perhatian terhadap Krayan tidak berhenti pada perbaikan jalan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan akan menjadi modal penting bagi masyarakat untuk berkembang di wilayah perbatasan.
“Ini artinya sebuah pengharapan yang sangat indah, sangat besar bagi masyarakat Krayan,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Lewi kembali menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati Nunukan dan seluruh jajaran pemerintah daerah.
“Terima kasih banyak kepada Bapak Bupati secara khusus dan kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Nunukan. Salam Merdeka,” tuturnya.
Bagi Lewi dan masyarakat Krayan, jalan yang diperbaiki hari ini bukan hanya memudahkan kendaraan melintas. Jalan itu juga membuka kembali harapan—agar jarak tidak lagi menjadi penghalang bagi masyarakat untuk bergerak, bekerja dan memenuhi kebutuhan hidup.
Sumber: TikTok @v4n_dorres_24.









Discussion about this post