PENAJAM PASER UTARA – Satu lahan, dua sumber pangan. Inovasi budidaya mina padi yang dikembangkan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) melalui Program Gerbang Insan Mapan di Desa Sebakung Jaya, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), berhasil meningkatkan nilai ekonomi lahan sekaligus mendorong kemandirian pangan masyarakat.
Atas inovasi tersebut, PHKT meraih predikat Gold dalam ajang CSR & Pengembangan Desa Berkelanjutan (PDB) Awards 2026 bidang Kelautan dan Perikanan. Penghargaan diberikan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF) di Kantor Kemendes PDT, Kalibata, Jakarta, Senin (28/9/2026).
Program Gerbang Insan Mapan telah berjalan sejak 2022 dengan mengintegrasikan sektor pertanian dan perikanan. Salah satu inovasi utamanya adalah sistem mina padi, yang memungkinkan petani membudidayakan ikan di lahan yang sama dengan tanaman padi.
Model tersebut menjadi solusi bagi masyarakat Desa Sebakung Jaya yang sebelumnya banyak mengandalkan pertanian konvensional dan sistem tadah hujan. Ketergantungan terhadap musim membuat aktivitas pertanian memiliki keterbatasan, terutama ketika ketersediaan air tidak mencukupi.
Head of Communication Relation and CID Zona 10 PHKT, Elis Fauziyah, mengatakan penerapan mina padi memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Dengan mina padi, satu lahan bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan padi sekaligus ikan. Dari sisi pendapatan, yang sebelumnya sekitar Rp1,1 juta dapat meningkat menjadi sekitar Rp1,7 juta,” ujar Elis.
Pengembangan mina padi juga menunjukkan peningkatan dari sisi luasan. Berawal dari demonstration plot sekitar dua hektare, metode tersebut kini telah berkembang hingga sekitar 10 hektare.
Perluasan tersebut terjadi setelah petani melihat manfaat penerapan mina padi dan mulai mengadopsi metode serupa di lahan mereka.
Tak Hanya Mina Padi
PHKT tidak hanya mengembangkan mina padi dalam Program Gerbang Insan Mapan. Sejumlah inovasi pendukung turut dikembangkan untuk memperkuat keberlanjutan kegiatan pertanian dan perikanan masyarakat.
Di antaranya adalah GIM’s Cafe yang menjadi ruang diskusi bagi anggota kelompok budidaya pertanian dan perikanan. Wadah tersebut digunakan untuk bertukar pengalaman sekaligus membahas berbagai tantangan dalam pengembangan usaha.
PHKT juga mendukung penyediaan sumur bor sebagai sumber air saat musim kemarau. Di sektor perikanan, program dilengkapi mesin roster cacah untuk mendukung penyediaan pakan ikan dan Micro Bubble Generator (MBG) untuk membantu meningkatkan produktivitas budidaya.
Budidaya ikan bioflok juga menjadi bagian dari pengembangan program tersebut.
Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Biawan, Bintang Wahyu Aji, mengatakan inovasi yang dikembangkan melalui Gerbang Insan Mapan memberikan manfaat langsung bagi kelompok masyarakat.
“Melalui Program Gerbang Insan Mapan, kami mendapatkan berbagai inovasi terintegrasi yang mendukung keberlanjutan usaha, mulai dari mina padi, budidaya ikan bioflok, mesin roster cacah untuk mendukung penyediaan pakan ikan, hingga Micro Bubble Generator (MBG) yang membantu meningkatkan produktivitas budidaya ikan serta instalasi sumur bor sebagai sumber air saat musim kemarau,” ungkap Bintang.
Menurutnya, keberadaan GIM’s Cafe juga menjadi bagian penting dalam pengembangan program karena dapat menjadi ruang bagi anggota kelompok untuk berdiskusi dan mencari solusi bersama.
Hasil Produksi Diserap Pasar Lokal
Hasil produksi padi dan ikan dari Program Gerbang Insan Mapan saat ini diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal di Kabupaten PPU.
Pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga memperkuat pemanfaatan potensi pertanian dan perikanan yang dimiliki Desa Sebakung Jaya.
Bagi PHKT, penghargaan Gold CSR & PDB Awards 2026 menjadi pengakuan terhadap upaya pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang telah dikembangkan secara berkelanjutan.
Elis mengatakan PHKT akan terus mendorong pengembangan program yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.
“Melalui Gerbang Insan Mapan, PHKT bersama masyarakat Desa Sebakung Jaya terus mengembangkan potensi lokal untuk memperkuat sumber pendapatan sekaligus mendukung kemandirian pangan di Penajam Paser Utara,” pungkas Elis.









Discussion about this post