SURAKARTA – Perjalanan menggunakan kereta api tak selalu sekadar tentang mencapai tujuan. Bagi masyarakat yang melintasi Surakarta, Sukoharjo, hingga Wonogiri, KA Batara Kresna menawarkan pengalaman perjalanan yang berbeda, mulai dari suasana perkotaan Solo hingga pemandangan wilayah yang dilalui.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari daya tarik KA Batara Kresna, layanan kereta api lokal yang dioperasikan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta.
Sepanjang Januari hingga September 2026, KA Batara Kresna mencatat 254.050 pelanggan, terdiri atas 127.025 pelanggan naik dan 127.025 pelanggan turun.
Jumlah tersebut memperlihatkan peran kereta api lokal ini dalam mendukung mobilitas masyarakat, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun perjalanan antardaerah.
Salah satu keunikan KA Batara Kresna terletak pada lintasannya yang melewati kawasan perkotaan Solo, termasuk Jalan Slamet Riyadi. Dari dalam kereta, pelanggan dapat melihat dinamika kehidupan kota dari sudut pandang yang berbeda sebelum perjalanan berlanjut menuju Sukoharjo dan Wonogiri.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan karakteristik lintasan tersebut menjadi pembeda KA Batara Kresna dari layanan kereta api lainnya.
“KA Batara Kresna bukan sekadar sarana transportasi yang menghubungkan Surakarta dan Wonogiri, tetapi juga menghadirkan pengalaman perjalanan yang unik. Kereta ini melintasi kawasan perkotaan Solo, tepatnya di Jalan Slamet Riyadi, sehingga masyarakat dapat melihat secara langsung dinamika kehidupan kota dari sudut pandang yang berbeda,” ujar Feni.
Purwosari dan Wonogiri Jadi Titik Penting Perjalanan
Tingginya aktivitas penumpang terlihat di sejumlah stasiun yang dilayani KA Batara Kresna. Berdasarkan data Januari hingga September 2026, Stasiun Purwosari dan Stasiun Wonogiri mencatat volume pelanggan tertinggi.
Stasiun Purwosari melayani 54.746 pelanggan naik dan 52.236 pelanggan turun. Sementara itu, Stasiun Wonogiri mencatat 54.547 pelanggan naik dan 59.601 pelanggan turun.
Di Stasiun Sukoharjo, terdapat 7.560 pelanggan naik dan 5.526 pelanggan turun. Stasiun Solokota mencatat 7.248 pelanggan naik dan 7.793 pelanggan turun.
Adapun Stasiun Pasarnguter melayani 2.924 pelanggan naik dan 1.869 pelanggan turun selama periode yang sama.
Data tersebut menunjukkan aktivitas perjalanan masyarakat di sepanjang rute KA Batara Kresna sekaligus menggambarkan fungsi kereta api lokal dalam mendukung konektivitas antardaerah.
Menghubungkan Masyarakat dan Potensi Daerah
Bagi masyarakat, keberadaan transportasi publik yang menghubungkan beberapa wilayah memberikan pilihan untuk menunjang berbagai kebutuhan perjalanan.
KAI Daop 6 Yogyakarta juga berharap KA Batara Kresna dapat dimanfaatkan lebih luas, termasuk untuk mendukung kunjungan ke berbagai potensi wisata dan budaya di daerah yang dilalui.
Menurut Feni, konektivitas yang terbangun melalui layanan kereta api diharapkan turut memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata setempat.
“Kami berharap KA Batara Kresna semakin dimanfaatkan oleh masyarakat, baik untuk menunjang mobilitas sehari-hari maupun sebagai alternatif perjalanan saat mengisi waktu luang. Konektivitas yang terbangun melalui layanan kereta api diharapkan turut mendukung pertumbuhan wilayah, termasuk potensi ekonomi dan pariwisata di daerah yang terhubung,” tambahnya.
KAI Daop 6 Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus mengutamakan keselamatan dan pelayanan kepada pelanggan. Masyarakat juga dapat mengakses informasi perjalanan melalui aplikasi Access by KAI dan media sosial resmi KAI.
Dengan perannya sebagai penghubung Surakarta dan Wonogiri, KA Batara Kresna diharapkan terus menjadi bagian dari mobilitas masyarakat sekaligus menawarkan pengalaman perjalanan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.












Discussion about this post