TANJUNG SELOR – Sungai Kayan menjadi pusat kemeriahan Festival Sungai Kayan 2026 yang digelar untuk memperingati Hari Jadi Kota Tanjung Selor ke-236 dan Kabupaten Bulungan ke-66. Festival yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 ini melibatkan sekitar 3.500 pendayung dan 1.300 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pembukaan festival berlangsung di Dermaga Pelabuhan VIP Kayan I, Tanjung Selor, Rabu (14/10/2026) pagi. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Utara (Sekprov Kaltara), H. Denny Harianto, S.E., M.M., hadir mewakili Gubernur Kaltara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Lomba Perahu Dayung yang dibuka langsung oleh Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si. Sebanyak 122 perahu dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Bulungan hingga Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, ikut ambil bagian dalam perlombaan tersebut.
Besarnya jumlah peserta menjadi salah satu daya tarik festival tahun ini. Ribuan pendayung berpartisipasi dalam perlombaan, sementara pelaku UMKM turut meramaikan kawasan sepanjang tepian Sungai Kayan.
Denny Harianto mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, festival ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan budaya, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk berpartisipasi dalam perayaan daerah.
“Dari 122 perahu yang ikut lomba, ada sekitar 3.500 pendayung yang berpartisipasi. Selain itu, sekitar 1.300 UMKM juga dilibatkan di sepanjang tepian Sungai Kayan,” kata Denny.
Keterlibatan pelaku UMKM menjadi bagian dari upaya menjadikan festival sebagai kegiatan yang memiliki manfaat lebih luas. Selain menikmati perlombaan perahu dayung, masyarakat juga dapat berinteraksi dengan pelaku usaha yang hadir di sepanjang lokasi kegiatan.
Festival ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian budaya lokal. Tradisi yang ditampilkan melalui perlombaan perahu dayung diharapkan tetap dikenal oleh generasi muda dan menjadi bagian dari identitas masyarakat daerah.
Denny menegaskan, pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama seluruh daerah di Kalimantan Utara. Menurutnya, setiap kabupaten dan kota perlu mengambil bagian dalam menjaga tradisi serta kearifan lokal agar tidak tergerus perkembangan zaman.
“Pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab Kabupaten Bulungan, tetapi tanggung jawab kita bersama. Setiap kabupaten dan kota di Kaltara perlu ikut menjaga dan melestarikan budaya daerahnya,” ujarnya.
Festival Sungai Kayan 2026 dijadwalkan berlangsung selama lima hari, hingga 18 Oktober. Melalui kegiatan ini, peringatan hari jadi daerah diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan masyarakat, menjaga warisan budaya, dan membuka kesempatan bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha.










Discussion about this post