MALINAU – Ketua Umum Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), H. Achmad Djufrie, S.E., M.M., mendorong pengurus KORMI Kabupaten Malinau periode 2026–2030 memperluas gerakan olahraga masyarakat hingga tingkat kecamatan dan desa.
Menurutnya, KORMI tidak hanya berorientasi pada prestasi dan perolehan medali, tetapi juga memiliki tanggung jawab membangun masyarakat yang sehat, bugar, gembira, dan memperkuat kerukunan melalui olahraga.
Pesan tersebut disampaikan Achmad Djufrie usai melantik dan mengukuhkan pengurus KORMI Kabupaten Malinau di Ruang Laga Peratu, Kantor Bupati Malinau, Rabu (14/10/2026).
“Mengurus KORMI itu mengurus kebahagiaan masyarakat. Tugas kita bukan mengejar medali, tetapi membuat masyarakat kita sehat, bugar, gembira, dan guyub rukun,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan yang baru tidak sekadar menjalankan organisasi secara administratif, tetapi mampu menghadirkan kegiatan olahraga yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Achmad Djufrie menilai, olahraga masyarakat harus dapat diikuti berbagai kelompok usia dan latar belakang. Karena itu, kegiatan yang dikembangkan tidak selalu harus berbentuk kompetisi, tetapi juga dapat berupa senam kebugaran, olahraga rekreasi, serta permainan rakyat yang melibatkan masyarakat secara luas.
Menurutnya, Kabupaten Malinau memiliki potensi untuk mengembangkan kegiatan tersebut melalui kekayaan budaya dan tradisi lokal yang masih hidup di tengah masyarakat.
Olahraga tradisional dan permainan rakyat, kata dia, dapat menjadi sarana untuk menjaga warisan budaya sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Malinau memiliki potensi yang besar. Saya berharap olahraga masyarakat dan permainan tradisional terus dihidupkan, sehingga masyarakat tidak hanya sehat dan bugar, tetapi juga semakin dekat satu sama lain,” menjadi pesan yang ingin didorong melalui kepengurusan baru tersebut.
Achmad Djufrie juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang kuat antara KORMI provinsi, KORMI kabupaten, induk organisasi olahraga masyarakat (INORGA), komunitas, dan para pegiat olahraga.
Ia mengingatkan bahwa organisasi tidak akan berkembang apabila pengurus hanya bekerja secara formalitas tanpa membangun kebersamaan.
“Kita jangan hanya menjadi pengurus secara formalitas. Saya ingin kita menjadi keluarga. Mari kita bekerja dengan hati, dengan keakraban, dan saling membantu antarprovinsi dan kabupaten. Pintu KORMI Kaltara selalu terbuka untuk Malinau,” katanya.
Ia berharap komunikasi dan koordinasi antara KORMI Kaltara dan KORMI Malinau semakin kuat, terutama dalam merancang program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui kerja sama tersebut, berbagai kegiatan olahraga masyarakat diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau warga di wilayah yang lebih luas.
Achmad Djufrie juga mengajak pengurus baru agar menjadikan olahraga sebagai ruang kebersamaan yang terbuka bagi semua kalangan, bukan hanya bagi masyarakat yang mengejar prestasi.
Wakil Bupati Malinau, Jakaria, S.E., M.Si., yang menghadiri pelantikan dan pengukuhan tersebut, menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus KORMI yang baru.
Ia berharap amanah organisasi dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Jakaria mengatakan, KORMI memiliki peran strategis dalam mendorong partisipasi warga dalam kegiatan olahraga, membudayakan pola hidup sehat, serta melestarikan olahraga tradisional dan permainan rakyat sebagai bagian dari kearifan lokal Kabupaten Malinau.
Ia juga mendorong pengurus menyusun program yang inovatif serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.
Menurutnya, kegiatan KORMI tidak seharusnya hanya terpusat di wilayah perkotaan. Jangkauan program perlu diperluas hingga kecamatan dan desa agar masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi.
Pemerintah Kabupaten Malinau berharap KORMI dapat menjadi mitra strategis dalam meningkatkan kesadaran hidup sehat sekaligus mempertahankan keberadaan olahraga rekreasi dan permainan tradisional.
Dengan kepengurusan baru periode 2026–2030, KORMI Malinau diharapkan mampu membangun gerakan olahraga masyarakat yang inklusif, memperkuat kebersamaan, dan menjaga tradisi lokal.
Bagi Achmad Djufrie, keberhasilan KORMI pada akhirnya tidak hanya diukur dari medali yang diraih, tetapi juga dari seberapa besar olahraga mampu menghadirkan manfaat bagi kehidupan masyarakat.
Olahraga bukan sekadar kompetisi, melainkan gerakan bersama untuk mewujudkan masyarakat Malinau yang sehat, bugar, gembira, dan rukun. (*)









Discussion about this post