swaraborneo.co.id
Advertisement Banner
  • Home
  • Daerah
    • Swara Kaltim
      • Balikpapan
      • Samarinda
      • Berau
      • Bontang
      • Kutai Barat
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Timur
      • Mahakam Ulu
      • Paser
      • PPU
    • Swara Kaltara
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • Swara Kalbar
    • Swara Kalteng
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Swara Kaltim
      • Balikpapan
      • Samarinda
      • Berau
      • Bontang
      • Kutai Barat
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Timur
      • Mahakam Ulu
      • Paser
      • PPU
    • Swara Kaltara
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • Swara Kalbar
    • Swara Kalteng
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
No Result
View All Result
swaraborneo.co.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Hadapi India dan China, Para Panahan Indonesia Andalkan Adaptasi Angin untuk Kejar Emas

by Admin
15/10/2026
in Nasional
Hadapi India dan China, Para Panahan Indonesia Andalkan Adaptasi Angin untuk Kejar Emas

(kiri ke kanan) Atlet para panahan Indonesia Teodora Audi Ayudia Ferelly Essant, Arif Firmansyah dan Ken Swagumilang saat mengikuti latihan resmi Asian Para Games 2026 di Okazaki Chuo Sogo Park, Jepang, Kamis (15/10/2026).Tim Indonesia membidik dua tiket final dari sembilan nomor yang diikuti. NPC INDONESIA/Dwi Prasetya.

NAGOYA – Persaingan ketat di Asian Para Games 2026 tak menyurutkan ambisi tim para panahan Indonesia untuk mengukir prestasi. Menghadapi kekuatan India dan China, para atlet Merah Putih mulai mematangkan strategi dengan membaca karakter angin di Okazaki Chuo Sogo Park, Nagoya, Jepang.

Dalam latihan perdana, Kamis (15/10/2026), suhu pagi yang berkisar 16–18 derajat Celsius menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi. Perubahan cuaca dari kondisi latihan di Indonesia menuntut atlet melakukan penyesuaian agar tetap mampu menjaga konsistensi bidikan.

Baca Juga

Target 10 Medali di Nagoya, Para Bulu Tangkis Indonesia Andalkan Ganda Campuran

Menyusuri Solo hingga Wonogiri, KA Batara Kresna Layani 254 Ribu Pelanggan

Boccia Indonesia Panaskan Persaingan di Nagoya, Emas Asian Para Games Jadi Bidikan

Meski demikian, tim pelatih menilai proses adaptasi berjalan cukup baik. Indonesia tetap memegang target menembus dua final dalam sembilan nomor yang diikuti pada Asian Para Games 2026, yang berlangsung 18–24 Oktober.

Pelatih para panahan Indonesia, Rameez Ali Surya Negara, mengatakan kondisi lapangan di Jepang relatif tidak jauh berbeda dengan tempat latihan di Solo. Namun, pergerakan angin yang dapat mengubah lintasan anak panah menjadi faktor yang harus diperhitungkan secara cermat.

“Tantangan terbesar datang dari angin yang membuat anak panah kadang bergeser di tiga per empat jarak, tetapi para atlet sudah bisa mengatasinya,” ujarnya.

Indonesia membidik final melalui Ken Swagumilang pada nomor men’s individual compound serta pasangan Setiawan dan Kholidin di nomor men’s doubles recurve.

Target tersebut diharapkan melanjutkan pencapaian bersejarah Indonesia di Asian Para Games Hangzhou 2022, ketika cabang para panahan untuk pertama kalinya menyumbangkan dua medali perunggu.

Rameez mengatakan India dan China menjadi pesaing utama yang harus diwaspadai. Menurutnya, atlet Indonesia perlu menjaga disiplin teknik, konsentrasi, pola istirahat, serta kestabilan detak jantung agar dapat tampil optimal ketika pertandingan berlangsung.

“Di Hangzhou itu pertama kali kita mendapatkan medali, walaupun perunggu. Insyaallah di Asian Para Games ini kita menargetkan dua final, dan Bismillah, bisa satu emas. Pesaing kami terberat adalah India dan China,” katanya.

Bagi Kholidin, menghadapi kondisi lapangan bukan sekadar persoalan membiasakan diri dengan suhu dingin. Atlet divisi recurve tersebut juga memanfaatkan waktu latihan untuk mempelajari arah dan kekuatan angin yang memengaruhi akurasi tembakan.

Dia mengaku telah mempersiapkan fisik dan teknik secara maksimal. Namun, penyesuaian terhadap kondisi lapangan tetap diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan pertandingan berlangsung pada pagi hari.

“Kalau untuk persiapan, Alhamdulillah kita sudah siap, sangat siap. Sudah 100 persen. Fisik juga sudah siap, alhamdulillah,” tegasnya.

Kholidin mengamati angin yang cenderung bertiup ke kanan dan sesekali dari depan. Untuk mengantisipasi perubahan tersebut, dia menyesuaikan titik bidikan agar anak panah tetap mengarah ke sasaran.

“Ketika angin ke kanan, saya harus paling tidak bidiknya sedikit ke kiri. Itu untuk antisipasi. Ketika anginnya stabil, lurus, baru bisa bidik tengah,” jelasnya.

Dia menyadari India, China, dan Thailand memiliki atlet yang patut diperhitungkan. Namun, Kholidin memilih berfokus pada kemampuan sendiri dan berusaha tampil maksimal.

“Kita yang penting berusaha semaksimal mungkin. Tidak ada yang tidak mungkin. Kita bisa menang,” ujarnya.

Asian Para Games Nagoya juga menjadi kesempatan bagi Kholidin untuk memperbaiki hasil setelah belum berhasil meraih medali pada edisi Hangzhou 2022. Kini, dia membawa impian lebih besar, yakni meraih emas di Paralimpiade.

“Target impian saya adalah mendapatkan emas Paralympic. Saya ingin seperti pejuang-pejuang kita terdahulu. Beliau berjuang untuk negara dengan melawan penjajah, tapi kalau saya untuk olahraga,” tuturnya.

Sementara itu, Noviera Ross menjalani pengalaman pertamanya di Asian Para Games. Perubahan suhu dari Solo yang panas menuju udara dingin Jepang sempat memengaruhi kondisi tubuhnya hingga mengalami gejala flu ringan.

Meski begitu, dia berusaha memanfaatkan waktu istirahat untuk memulihkan kondisi sebelum pertandingan. Konsumsi air mineral, vitamin, serta pengaturan pola makan menjadi bagian dari upayanya menjaga kebugaran.

“Adaptasinya awalnya sih kaget. Perbedaannya sangat signifikan. Dari Solo panas, terus tiba-tiba di sini dingin. Kalau di aku agak memengaruhi, soalnya sekarang agak sedikit flu,” ungkap Novi.

Menurutnya, lapangan di Okazaki cukup nyaman untuk berlatih. Akan tetapi, angin yang sulit terlihat justru menjadi tantangan karena pengaruhnya terhadap perkenaan anak panah cukup besar.

“Benar-benar anginnya tipis, tapi berpengaruh sangat jelas. Jadi harus lebih sabar lagi untuk membidik dan mengatur tenaga,” katanya.

Novi juga mengantisipasi atlet-atlet unggulan dari India, Iran, dan China. Baginya, keikutsertaan di Nagoya merupakan kesempatan untuk menguji kemampuan sekaligus menambah pengalaman menghadapi pemanah berlevel internasional.

Dia berharap dukungan masyarakat Indonesia dapat menyertai perjuangan tim untuk meraih hasil terbaik.

“Minta doanya untuk seluruh keluarga, teman-teman, dan seluruh warga Indonesia untuk tim para archery Indonesia, semoga mendapatkan medali emas,” ujarnya.

Dengan target dua final dan harapan meraih emas, tim para panahan Indonesia kini berupaya memaksimalkan persiapan terakhir. Ketepatan membaca angin, menjaga konsentrasi, dan kesiapan fisik menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan di Nagoya.

Bagi para atlet Merah Putih, setiap anak panah yang dilepaskan membawa harapan untuk mengharumkan nama Indonesia di panggung olahraga Asia. (*hsm)

Tags: Asian Para Games 2026ChinaIndiaKen SwagumilangKholidinMedali EmasNagoya JepangNoviera Rossolahraga disabilitasPara Panahan IndonesiaRameez Ali Surya Negara
Share13Tweet8SendShareSend

Related Posts

Target 10 Medali di Nagoya, Para Bulu Tangkis Indonesia Andalkan Ganda Campuran

Target 10 Medali di Nagoya, Para Bulu Tangkis Indonesia Andalkan Ganda Campuran

14/10/2026
Menyusuri Solo hingga Wonogiri, KA Batara Kresna Layani 254 Ribu Pelanggan

Menyusuri Solo hingga Wonogiri, KA Batara Kresna Layani 254 Ribu Pelanggan

14/10/2026
Boccia Indonesia Panaskan Persaingan di Nagoya, Emas Asian Para Games Jadi Bidikan

Boccia Indonesia Panaskan Persaingan di Nagoya, Emas Asian Para Games Jadi Bidikan

14/10/2026
Borong Lima Penghargaan AHI 2026, PHI Andalkan Komunikasi Strategis untuk Jaga Keberlanjutan Migas

Borong Lima Penghargaan AHI 2026, PHI Andalkan Komunikasi Strategis untuk Jaga Keberlanjutan Migas

13/10/2026
103 Atlet Indonesia Bawa Harapan Merah Putih ke Asian Para Games 2026

103 Atlet Indonesia Bawa Harapan Merah Putih ke Asian Para Games 2026

13/10/2026
Mangkunegaran Buka Ruang Kebersamaan, HUT ke-60 Kevikepan Surakarta Penuh Pesan Persaudaraan

Mangkunegaran Buka Ruang Kebersamaan, HUT ke-60 Kevikepan Surakarta Penuh Pesan Persaudaraan

08/10/2026
Next Post
Gubernur Kaltara Tekankan Manfaat Industri Migas Harus Dirasakan Putra Daerah

Gubernur Kaltara Tekankan Manfaat Industri Migas Harus Dirasakan Putra Daerah

Perkuat Literasi hingga Perbatasan, Pemprov Kaltara Libatkan Komunitas dan Sekolah

Perkuat Literasi hingga Perbatasan, Pemprov Kaltara Libatkan Komunitas dan Sekolah

Produk Unggulan Kaltara Didorong Tembus Pasar Global Lewat TEI 2026

Produk Unggulan Kaltara Didorong Tembus Pasar Global Lewat TEI 2026

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami

Berita Terlaris

  • Bersihkan Toren di Atap Rumah, Warga Mujur Lor Meninggal Disengat Tawon Vespa

    Bersihkan Toren di Atap Rumah, Warga Mujur Lor Meninggal Disengat Tawon Vespa

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Garuda Tak Menyerah! Indonesia Bungkam Thailand Lewat Drama Adu Penalti

    32 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Ratusan Relawan Jilbab Pink dan Gen ZI Nyatakan Sikap Menangkan ZIAP

    32 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Seorang Lansia Tertimbun dalam Musibah Tanah Longsor di Tarakan

    32 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Roda Excavator Amfibi terbakar, Warga Jalan Kusuma Bangsa Panik

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • DSP3A Kabupaten Nunukan Prihatin Terhadap Gaya Pacaran Remaja yang Berisiko

    33 shares
    Share 13 Tweet 8
swaraborneo.co.id

Kami merupakan media online independen yang selalu menyajikan berita terupdate untuk pembaca Swara Borneo

Follow Us

Rubrik

  • Balikpapan
  • Berau
  • Bontang
  • Bulungan
  • Daerah
  • DPRD Kaltara
  • Ekonomi
  • Headline
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kutai Barat
  • Kutai Kartanegara
  • Malinau
  • Nasional
  • Nunukan
  • Opini
  • Pariwisata
  • Paser
  • Pendidikan
  • Polda Kaltara
  • Politik
  • PPU
  • Samarinda
  • Swara Kalbar
  • Swara Kalsel
  • Swara Kaltara
  • Swara Kalteng
  • Swara Kaltim
  • Tana Tidung
  • Tarakan

Tag

dprd kaltara Kalimantan Utara kaltara malinau Nunukan pemprov kaltara polda kaltara polres tarakan SWARA BORNEO tarakan

Tentang Kami

  • Redaksi & Manajemen
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

© 2023 www.swaraborneo.co.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Swara Kaltim
      • Balikpapan
      • Samarinda
      • Berau
      • Bontang
      • Kutai Barat
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Timur
      • Mahakam Ulu
      • Paser
      • PPU
    • Swara Kaltara
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • Swara Kalbar
    • Swara Kalteng
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini

© 2023 www.swaraborneo.co.id