SEBATIK – Dalam reses masa persidangan tahun 2026 di Pulau Sebatik, Senin (16/2/2026), Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), H. Ladullah, menyerap keluhan para petani rumput laut terkait masalah keamanan di laut.
Menurut H. Ladullah, keluhan utama petani adalah sering hilangnya tali pengikat rumput laut saat panen dan meningkatnya kasus pencurian di laut. Masalah ini sudah berlangsung beberapa waktu, namun masyarakat sering bingung harus menyampaikan keluhan ke siapa.
“Setelah reses ini, saya akan menyampaikan persoalan keamanan laut kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara agar ada patroli untuk mengamankan budidaya rumput laut,” ujarnya.
Ladullah menambahkan, jumlah petani rumput laut di Sebatik cukup banyak, terutama di Sebatik Barat, di mana hampir 50 persen masyarakatnya bergantung pada komoditas ini sebagai penopang ekonomi lokal. Selain keamanan, harga rumput laut yang menurun juga menjadi perhatian, meski keamanan laut tetap menjadi prioritas.
“Harapannya, aspirasi ini mendapat tindak lanjut dari pemerintah provinsi, sehingga para petani bisa bekerja lebih aman dan hasil laut, termasuk rumput laut, bisa dinikmati dengan baik,” jelas H. Ladullah.
Dengan reses ini, H. Ladullah ingin memastikan bahwa meski berada di wilayah perbatasan, kebutuhan dasar dan keamanan masyarakat tetap diperhatikan, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi lokal melalui budidaya laut yang aman. (*)










Discussion about this post