MALINAU – Pencarian seorang warga Kecamatan Malinau Kota yang dilaporkan hilang sejak Rabu (25/2/2026) berakhir duka. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan Sungai Sesayap, Kamis (26/2) sekitar pukul 13.05 WITA.
Sebelumnya, korban diketahui berpamitan untuk memasang pukat di seberang rumahnya pada Rabu sore sekitar pukul 17.00 WITA. Namun hingga malam hari, ia tak kunjung pulang. Kekhawatiran keluarga semakin besar mengingat kondisi Sungai Sesayap saat itu tengah mengalami kenaikan debit air akibat banjir kiriman.
Keesokan harinya, warga melihat perahu korban masih berada di lokasi semula tanpa ada tanda aktivitas. Informasi itu segera disampaikan kepada pihak keluarga. Setelah dipastikan korban tidak berada di rumah, pencarian dilakukan secara mandiri oleh keluarga dan warga sekitar di sepanjang aliran sungai.
Kapolsek Malinau Kota, Ipda Santun Siboro, mengatakan korban akhirnya ditemukan tidak jauh dari lokasi perahu dan pukat miliknya.
“Korban ditemukan di sungai setelah dilakukan pencarian. Lokasinya berada di sekitar tempat terakhir ia beraktivitas,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Jasad korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama dalam kondisi air besar dan arus yang deras.
Peristiwa ini menambah daftar korban jiwa akibat banjir di Malinau. Sebelumnya, seorang balita juga meninggal dunia setelah tenggelam di rumahnya yang terendam banjir. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan bersama di tengah kondisi cuaca dan debit air yang belum stabil. (*)












Discussion about this post