TARAKAN – Polemik terkait dugaan pemungutan biaya sewa asrama mahasiswa Kalimantan Utara (Kaltara) di Kabupaten Sumbawa akhirnya mendapat klarifikasi langsung dari para penghuni. Mahasiswa memastikan kabar tersebut tidak benar.
Koordinator Keluarga Mahasiswa Kaltara di Sumbawa, Renaldi, menegaskan bahwa selama menempati asrama, tidak pernah ada kewajiban pembayaran dalam bentuk apa pun kepada mahasiswa.
“Baik di asrama sementara maupun di gedung yang baru diresmikan, kami tidak pernah diminta membayar sewa atau iuran apa pun,” ungkapnya, Rabu (4/3/2026).
Ia menjelaskan, seluruh kebutuhan operasional asrama ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Mulai dari fasilitas tempat tinggal, biaya listrik dan kebersihan, hingga gaji penjaga malam, semuanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
Menurut Renaldi, informasi yang beredar tanpa konfirmasi langsung berpotensi menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat. Padahal, mahasiswa yang tinggal di asrama merasakan langsung manfaat fasilitas tersebut.
“Kami sangat terbantu. Asrama ini meringankan beban orang tua dan membuat kami bisa fokus kuliah,” katanya.
Ia menambahkan, tidak pernah ada pembahasan ataupun pemberitahuan dari pihak Pemprov Kaltara mengenai kewajiban pembayaran bulanan. Karena itu, ia berharap isu yang berkembang tidak terus digulirkan tanpa dasar yang jelas.
Sebagai mahasiswa perantauan, Renaldi berharap dukungan publik lebih diarahkan pada semangat pendidikan dan kemajuan daerah. Ia optimistis mahasiswa Kaltara di luar daerah mampu menyelesaikan studi dan kembali membangun kampung halaman.
Ia juga membuka pintu bagi siapa pun yang ingin memastikan kondisi asrama secara langsung.
“Silakan datang ke Sumbawa dan lihat sendiri bagaimana kondisi kami. Kami terbuka,” tegasnya.
Mewakili mahasiswa Kaltara di Sumbawa, Renaldi berharap polemik ini segera berakhir dan tidak lagi menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu. (*)










Discussion about this post