APAU KAYAN – Kunjungan Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, ke Desa Nawang Baru dan Long Nawang, Kabupaten Malinau, berlangsung penuh kehangatan dan nuansa kekeluargaan.
Berada di wilayah Apau Kayan, kunjungan tersebut terasa istimewa karena menjadi momen bagi Ingkong Ala untuk kembali ke kampung halaman tempat ia tumbuh dan dibesarkan.
Alih-alih menjalani agenda formal, Ingkong lebih banyak menyapa warga secara langsung. Ia mendatangi rumah-rumah warga, berbincang santai dengan para orang tua, tokoh adat, hingga masyarakat umum menggunakan bahasa Dayak Kenyah.
“Datang ke sini bukan sekadar kunjungan kerja, tapi juga untuk melepas rindu dengan kampung halaman,” ungkapnya.
Kedatangan orang nomor dua di Kaltara itu disambut hangat. Sejumlah warga lanjut usia tampak haru karena masih mengingat perjalanan hidup Ingkong sejak kecil. Momen tersebut diwarnai cerita-cerita lama yang kembali diangkat dalam suasana penuh keakraban.
Salah seorang warga bahkan mengenang masa sulit yang pernah mereka lalui bersama, termasuk saat menghadapi kendala ekonomi dan gagal memperoleh pinjaman koperasi. Cerita itu menjadi refleksi perjalanan hidup masyarakat di masa lalu.
Menanggapi hal tersebut, Ingkong Ala menilai pengalaman itu menjadi pelajaran berharga yang membentuk daya juang masyarakat hingga saat ini.
“Dari pengalaman itulah kita belajar untuk tetap kuat dan saling membantu,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Ingkong juga bersilaturahmi dengan para tokoh yang dituakan, seperti Ubang Liman, Pui Balu Pasung, Mpui Pelutang Imang yang merupakan mantan Kepala Desa Temuyat berusia 93 tahun, serta Pui Pungau Anye.
Ia menyebut, kunjungan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para sesepuh yang telah berperan besar dalam perjalanan masyarakat setempat.
Selain bernostalgia, Ingkong Ala juga menyerap berbagai aspirasi warga terkait pembangunan, mulai dari infrastruktur, pendidikan hingga layanan kesehatan.
Menurutnya, interaksi langsung dengan masyarakat menjadi cara efektif untuk memahami kebutuhan riil di lapangan.
“Kalau kita turun langsung, kita bisa mendengar dan merasakan apa yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Bagi warga, kehadiran Ingkong Ala bukan hanya sebagai pejabat daerah, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar mereka. Kedekatan ini membuat kunjungan terasa lebih hangat, sederhana, dan penuh makna.
Kunjungan tersebut menjadi gambaran pendekatan humanis Pemerintah Provinsi Kaltara dalam menjalin hubungan dengan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan. (*)









Discussion about this post