BULUNGAN — Kebun Raya Bundayati, Kabupaten Bulungan, berubah menjadi ruang bertemunya beragam kreativitas dan produk lokal Kalimantan Utara melalui Karya Kreatif Benuanta (KKB) 2026.
Sebanyak 140 pelaku UMKM ambil bagian dalam kegiatan yang digelar Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara pada 27–30 Agustus 2026.
Dari jumlah tersebut, 60 merupakan UMKM binaan yang berasal dari berbagai wilayah di Kalimantan Utara. Sementara 80 lainnya merupakan pelaku usaha makanan dan minuman di sekitar Kabupaten Bulungan.
Beragam produk lokal ditampilkan dalam agenda Fair/Expo. Mulai dari produk kerajinan dan fesyen, olahan pangan, kuliner hingga produk pertanian unggulan daerah.
KKB 2026 mengusung tema “Kreasi Benuanta Merajut Warisan, Menggerakkan Ekonomi Masa Depan.” Tema tersebut menggambarkan upaya menjadikan kreativitas dan kekayaan lokal sebagai bagian dari kekuatan ekonomi daerah.
Namun, KKB tidak berhenti sebagai ajang memamerkan produk.
Pelaku usaha juga mendapatkan ruang untuk memperluas jaringan bisnis melalui layanan pembiayaan dan business matching ekspor. Kesempatan tersebut diharapkan dapat membuka akses pasar baru sekaligus mempertemukan UMKM dengan calon mitra usaha.
Penguatan kapasitas pelaku usaha turut menjadi perhatian. Sebanyak 100 UMKM mengikuti pelatihan literasi keuangan dan akses pembiayaan.
Kegiatan juga diisi Fashion Design Class, pelatihan diversifikasi pangan serta demo memasak.
Sementara generasi muda dan masyarakat diberikan ruang untuk menunjukkan kreativitas melalui berbagai kompetisi, seperti kreasi pangan lokal, desain fesyen pelajar, yel-yel Pramuka, karya jurnalistik dan kompetisi konten.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Agus Taufik, menyampaikan KKB 2026 merupakan penyelenggaraan ketujuh sejak dimulai pada 2020.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 untuk membawa produk unggulan Kalimantan Utara agar semakin dikenal di luar daerah.
Melalui KKB 2026, pelaku UMKM didorong untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, memperkuat kualitas produk, memanfaatkan teknologi digital dan membuka akses pembiayaan.
Target akhirnya bukan hanya produk semakin dikenal, tetapi UMKM Kaltara mampu tumbuh dan naik kelas melalui penguatan Go-Digital, Go-Export, dan Go-Funding.
Dengan demikian, kreativitas masyarakat Benuanta diharapkan tidak berhenti menjadi karya, tetapi berkembang menjadi produk bernilai ekonomi dan mampu membuka peluang pasar yang lebih luas. (*)











Discussion about this post