KARANGANYAR – Komitmen PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah dalam menjaga kelestarian lingkungan kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Adi Soemarmo, perusahaan menggelar penanaman pohon di kawasan Balai Taman Hutan Raya (Tahura) K.G.P.A.A. Mangkunagoro I, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, sebagai bagian dari program konservasi berkelanjutan.
Kegiatan bertajuk “Penguatan Ekosistem Berkelanjutan Melalui Konservasi Flora” tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup sekaligus mempertegas komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan pelestarian lingkungan.
Dalam aksi tersebut, sejumlah bibit pohon endemik seperti puspa, kayu manis, dan pasang ditanam secara simbolis. Sepanjang 2026, Pertamina Patra Niaga menargetkan penanaman 1.725 pohon sebagai bagian dari program konservasi flora yang terus dijalankan secara berkesinambungan.
Program tersebut merupakan kelanjutan dari Konservasi Flora Fauna Gunung Lawu dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Konservasi yang telah dimulai sejak 2022. Tahun ini menjadi tahun kelima kolaborasi antara Pertamina Patra Niaga dengan Balai Tahura K.G.P.A.A. Mangkunagoro I dalam menjaga kawasan hutan Gunung Lawu.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan keberlanjutan lingkungan merupakan bagian penting dari operasional perusahaan.
“Konservasi bukan sekadar kewajiban, tapi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasi kami,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pertamina Patra Niaga terus berupaya menciptakan keseimbangan antara aktivitas bisnis dengan pelestarian alam melalui berbagai program yang melibatkan masyarakat sekitar.
Apresiasi juga datang dari Plt. Kepala Balai Tahura K.G.P.A.A. Mangkunagoro I, Suhirin, S.Hut., M.Si. Menurutnya, sinergi yang telah terjalin selama lima tahun memberikan dampak positif terhadap upaya konservasi di Gunung Lawu.
“Sinergi ini sangat membantu kami merawat ekosistem Gunung Lawu, mulai dari pembibitan, perlindungan satwa, hingga pemberdayaan kelompok tani hutan di kawasan penyangga,” katanya.
Selama lima tahun pelaksanaan program, berbagai capaian berhasil diraih. Sebanyak 21.350 bibit pohon telah ditanam bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Tambak Indah. Selain itu, konservasi juga mencakup pemeliharaan 54 anggrek langka bersama KTH Green Lawu, serta pelestarian satwa berupa empat ekor jalak bali, lima ekor landak jawa, dan dua ekor rusa timor.
Program ini tidak hanya berfokus pada rehabilitasi kawasan hutan, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pemberdayaan kelompok tani hutan.
Sebagai kelanjutan program, AFT Adi Soemarmo bersama Pertamina Patra Niaga akan kembali menggelar kegiatan penanaman pohon di kawasan Bukit Mongkrang pada Agustus 2026.
Melalui program ini, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim, SDG 15 mengenai pelestarian ekosistem daratan, dan SDG 17 yang mendorong kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
Program konservasi yang berkelanjutan tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekosistem Gunung Lawu sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat yang hidup di kawasan penyangga hutan. (*)









Discussion about this post