KRAYAN – Di tengah geliat pembangunan nasional, masyarakat di Dataran Tinggi Krayan masih harus meniti jembatan kayu yang bergoyang dan melintasi jalan berlumpur setiap hari. Hujan rintik saja cukup membuat aktivitas warga terhenti.
Pemandangan itu menjadi temuan utama dalam kunjungan kerja DPRD Nunukan, Rabu (11/02/2026). Ketua Komisi I DPRD Nunukan Andi Mulyono bersama jajaran komisi turun langsung melihat kondisi jalan dan jembatan penghubung antarwilayah.
Beberapa jembatan kayu tampak lapuk dimakan usia. Saat dilewati, papan-papan terasa bergetar. Warga mengaku waswas setiap kali kendaraan bermuatan hasil kebun melintas.
“Kalau Indonesia merdeka 1945, sekarang sudah 2026. Tapi kita masih melihat jembatan kayu dilalui mobil berat. Ini berbahaya,” ujar Andi.
Ia mengingatkan pemerintah agar tidak menunggu korban baru bertindak. Pencegahan harus menjadi prioritas.
Dari hasil identifikasi, terdapat sekitar tujuh jembatan di ruas Lombawang–Long Umu yang mendesak diperbaiki. Selain itu, banyak titik lain yang memerlukan perhatian karena wilayah Krayan didominasi sungai-sungai kecil.
Kondisi jalan pun tak kalah memprihatinkan. Lumpur tebal membuat kendaraan biasa sulit melintas, bahkan untuk akses pendidikan dan kesehatan.
“Kalau ada pasien darurat sementara jalannya rusak, bagaimana keselamatannya?” ucap Andi.
Keterbatasan akses ke Malinau dan Nunukan membuat sebagian warga lebih memilih ke Lawas, Malaysia, untuk membeli kebutuhan pokok dan material bangunan.
Padahal, pemerintah telah mengalokasikan anggaran besar untuk pembangunan jembatan dan preservasi jalan di Krayan dalam skema Proyek Strategis Nasional.
Menurut Andi, pembangunan infrastruktur bukan sekadar soal ekonomi, tetapi juga kedaulatan dan harga diri bangsa.
“Krayan ini perbatasan. Harus ada perlakuan khusus. Jangan sampai masyarakat terus hidup dalam keterisolasian,” tegasnya.
Bagi warga Krayan, harapan itu sederhana: jembatan yang kokoh, jalan yang bisa dilalui sepanjang musim, dan kehadiran negara yang benar-benar terasa di ujung negeri. (*)












Discussion about this post