TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan menegaskan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan agar mampu bangkit dan memiliki kemandirian secara ekonomi.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., saat menghadiri kegiatan Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) di Restoran Hotel Royal Crown Tarakan, Selasa (18/8/2026).
Mengusung tema “Bangkit Merajut Kemandirian Menuju Kesejahteraan Berkelanjutan”, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mendorong penerima manfaat agar tidak hanya mendapatkan perlindungan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk kembali produktif dan mengembangkan potensi ekonomi.
Khairul mengapresiasi pelaksanaan program PEKA. Menurutnya, pemberdayaan ekonomi merupakan bagian penting dalam membangun kesejahteraan masyarakat, terutama ketika penerima manfaat diarahkan untuk memiliki sumber pendapatan yang berkelanjutan.
“Program seperti ini sangat baik karena penerima manfaat tidak hanya diberikan bantuan atau manfaat, tetapi juga didorong supaya bisa mandiri dan produktif,” ujar Khairul.
Ia menjelaskan, sektor UMKM memiliki peranan besar dalam menopang perekonomian Tarakan. Hal itu terlihat dari pertumbuhan jumlah pelaku UMKM yang terdaftar, dari sekitar 7.000 pelaku usaha pada 2019 kini telah mencapai lebih dari 28.000.
Kondisi tersebut, menurut Khairul, menunjukkan besarnya potensi ekonomi masyarakat yang perlu terus diperkuat. Namun, pertumbuhan jumlah pelaku usaha juga harus diiringi peningkatan kemampuan dalam mengelola usaha.
Karena itu, Pemkot Tarakan terus mendorong berbagai upaya mulai dari pelatihan, peningkatan kualitas produk, pemasaran digital hingga membuka akses permodalan.
“UMKM ini harus kita perkuat. Bukan hanya jumlahnya yang bertambah, tetapi bagaimana mereka bisa naik kelas, produknya semakin baik, pasarnya semakin luas dan usahanya bisa bertahan,” katanya.
Khairul berharap kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah daerah, perbankan, BI dan OJK dapat memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat.
Ia juga mendorong agar produk yang dihasilkan pelaku usaha lokal mendapat ruang pasar yang lebih luas, termasuk melalui dukungan pemerintah dan berbagai pihak.
“Dengan memfasilitasi permodalan dan menjadi pembeli produk lokal, kemandirian dan kesejahteraan yang berkelanjutan dapat benar-benar terwujud,” tuturnya.
Program PEKA diharapkan menjadi salah satu langkah konkret untuk membangun masyarakat yang lebih produktif, mandiri dan memiliki daya tahan ekonomi, sekaligus memperkuat ekosistem UMKM di Kota Tarakan. (*)










Discussion about this post