TARAKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan tetap membuka layanan kunjungan bagi keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga hak WBP dalam menjalin silaturahmi dengan keluarga di momen hari besar keagamaan.
Sejak hari pertama Lebaran, suasana ruang kunjungan serbaguna dipadati pengunjung yang datang untuk bertemu kerabat mereka. Tangis haru dan kebahagiaan mewarnai pertemuan yang telah lama dinantikan tersebut.
Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan, Jupri, menyampaikan bahwa layanan kunjungan dibuka selama tiga hari berturut-turut, mulai hari pertama hingga hari ketiga Idul Fitri.
“Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan publik yang maksimal, khususnya di momen penting seperti Lebaran. Kami ingin memastikan warga binaan tetap bisa merasakan kebersamaan dengan keluarga,” katanya.
Data yang dihimpun menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat. Pada hari pertama tercatat 1.130 pengunjung, sementara hari kedua mencapai 1.083 orang. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah hingga hari ketiga layanan.
Meski terjadi lonjakan pengunjung, pihak Lapas memastikan seluruh proses berjalan tertib dengan pengawasan ketat serta penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
Selain itu, seluruh petugas Lapas Tarakan tetap disiagakan selama periode Lebaran tanpa cuti, guna memastikan pelayanan tetap optimal.
“Kami menegaskan bahwa seluruh layanan diberikan secara humanis, profesional, dan bebas dari pungutan liar. Ini adalah komitmen kami kepada masyarakat,” tegas Jupri.
Pelaksanaan layanan ini juga merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan yang menekankan pemenuhan hak warga binaan.
Menutup keterangannya, Jupri mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh masyarakat.
“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin,” tutupnya. (*ma)









Discussion about this post