TARAKAN – Rektor Universitas Borneo Tarakan (UBT), Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H., menyebut pengukuhan Prof. Dr. E. Mohamad Nur Utomo, S.E., M.Si. sebagai Guru Besar menjadi momentum bersejarah bagi kampus sekaligus bukti bahwa dosen berstatus PPPK mampu meraih jabatan akademik tertinggi.
Pernyataan itu disampaikan Yahya saat memberikan sambutan dalam acara pengukuhan Guru Besar Prof. Nur Utomo di Aula Lantai 4 Gedung Rektorat UBT, Tarakan, Selasa (29/4/2026).
Menurut Yahya, pengukuhan tersebut sangat istimewa karena menjadi yang ketiga di lingkungan UBT, setelah sebelumnya kampus itu lebih dahulu memiliki dua profesor.
“Sebelumnya saya, kemudian Prof. Daud, dan hari ini Prof. Nur Utomo. Ini menjadi kebanggaan besar bagi Universitas Borneo Tarakan,” ujarnya.
Yahya mengungkapkan, perjalanan Prof. Nur Utomo menuju guru besar tidaklah mudah. Selama bertahun-tahun, ia tetap produktif menulis jurnal ilmiah nasional dan internasional meski saat itu regulasi belum sepenuhnya membuka jalan bagi dosen PPPK untuk naik ke jenjang profesor.
Namun, dedikasi dan konsistensi itu akhirnya membuahkan hasil setelah pemerintah memberi ruang bagi PPPK untuk naik pangkat dan jabatan akademik.
“Beliau tetap bekerja, tetap menulis, tetap mengabdi meski saat itu peluang belum terbuka. Ketika kesempatan datang, beliau sudah siap,” katanya.
Rektor juga menceritakan bahwa usulan guru besar Prof. Nur Utomo sempat mengalami penolakan pada tahap awal. Namun UBT melakukan upaya banding karena yakin kualitas karya ilmiah dan rekam jejak akademiknya layak mendapat pengakuan.
“Kami percaya jurnal-jurnal beliau berkualitas tinggi dan memberi kontribusi nyata. Karena itu kami perjuangkan,” tegas Yahya.
Menurut Yahya, keberhasilan Prof. Nur Utomo menjadi pesan penting bahwa status PPPK maupun ASN lainnya memiliki peluang yang sama untuk berkembang di dunia akademik.
Ia berharap pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi para dosen muda dan tenaga pendidik lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi, meneliti, dan berkarya.
“Prof. Nur Utomo membuka jalan baru bagi banyak orang. Ini bukan akhir, tetapi awal inspirasi bagi yang lain,” ucapnya.
Selain pengukuhan guru besar, Yahya menyebut UBT terus mencatat kemajuan akademik, termasuk peningkatan akreditasi dan pengembangan program studi unggulan.
Dukungan pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Kalimantan Utara diharapkan terus menguat agar UBT semakin maju dan sejajar dengan perguruan tinggi besar lainnya di Indonesia.
“Kami ingin UBT terus tumbuh, semakin baik, dan menjadi kebanggaan Kalimantan Utara,” pungkasnya.(*)











Discussion about this post