TANJUNG SELOR — PT PLN (Persero) terus mematangkan kesiapan Kalimantan Utara dalam menghadapi pertumbuhan kendaraan listrik dengan menambah satu unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) tipe DC Fast Charger 25 kW.
Manager PLN UP3 Kaltara, Dody Suhendra mengatakan, Kamis (26/03/2026), bahwa penambahan ini merupakan bagian dari strategi menjaga kecukupan infrastruktur seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.
“Kami memastikan ketersediaan SPKLU tetap memadai dan akan terus melakukan evaluasi sesuai perkembangan pengguna kendaraan listrik di Kaltara,” ujarnya.
Teknologi fast charger yang ditambahkan mampu mempercepat proses pengisian daya hingga 3,5 kali dibandingkan pengisian menggunakan AC Charger. PLN menilai kecepatan layanan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kenyamanan pengguna.
Saat ini, sebaran SPKLU di Kalimantan Utara telah menjangkau sejumlah wilayah utama. Di Kabupaten Bulungan, terdapat dua unit SPKLU di kawasan Kantor Gubernur dan Kantor PLN UP3 Kaltara di Tanjung Selor. Sementara itu, masing-masing satu unit tersedia di Kota Tarakan, Kabupaten Malinau, serta Kabupaten Nunukan.
PLN menegaskan akan terus memantau tren penggunaan kendaraan listrik di daerah. Jika terjadi peningkatan signifikan, baik dari jumlah pengguna maupun intensitas pengisian, maka penambahan SPKLU akan kembali dilakukan.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan ekosistem kendaraan listrik di daerah dapat berkembang secara berkelanjutan, sekaligus mendukung program nasional dalam pengurangan emisi karbon.
“Kami berharap pemanfaatan kendaraan listrik di Kaltara terus meningkat seiring kesadaran masyarakat dan dukungan kebijakan pemerintah,” kata Dody.
Dengan penguatan infrastruktur yang berkelanjutan, PLN optimistis Kalimantan Utara siap menjadi bagian dari transformasi energi menuju penggunaan energi yang lebih bersih dan efisien. (*)









Discussion about this post