NUNUKAN – Anggota DPRD Nunukan, Dr. Andi Muliyono, SH, MH, menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan aktivitas Car Free Day (CFD) di kawasan Alun-Alun Nunukan sebagai ruang penggerak ekonomi masyarakat kecil.
Ia menyebut, CFD dan pasar tani selama ini telah memberi dampak positif bagi pedagang kecil dan pelaku usaha mikro yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas akhir pekan.
Hal itu disampaikan Andi menanggapi rencana penataan serta relokasi pedagang di kawasan Alun-Alun Nunukan, Selasa (19/05/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah perlu memastikan penataan kawasan tidak menghilangkan ruang ekonomi yang selama ini telah dimanfaatkan masyarakat.
“CFD ini sudah menjadi ruang ekonomi rakyat. Jangan sampai penataan justru mematikan sumber penghidupan mereka,” ujarnya.
Ia menilai, sebagian besar pedagang di kawasan tersebut merupakan masyarakat kecil yang hanya mengandalkan pendapatan harian dari hasil jualan sederhana.
“Dalam beberapa jam saja mereka berjualan, dari situlah mereka menghidupi keluarga dan membiayai kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Andi juga mendorong pemerintah daerah segera menyusun aturan teknis atau regulasi turunan agar aktivitas perdagangan di kawasan Alun-Alun Nunukan dapat berjalan tertib dan teratur tanpa menimbulkan gesekan.
“Kami minta ada aturan teknis yang jelas agar penataan tidak menimbulkan konflik di lapangan,” tegasnya.
Selain itu, ia meminta pendekatan humanis lebih dikedepankan dalam penataan pedagang, termasuk oleh aparat di lapangan.
“Penertiban harus dilakukan secara humanis dan persuasif, bukan dengan cara yang menimbulkan ketegangan,” ujarnya.
Terkait persoalan kebersihan dan penataan pedagang tertentu, ia menilai hal itu dapat diatasi melalui pengaturan zonasi, pengelolaan sampah, serta sistem pengawasan yang baik.
“Kalau semua ditata dengan baik, maka CFD bisa tetap berjalan tertib sekaligus tetap menjadi ruang ekonomi masyarakat,” tutupnya. (*)









Discussion about this post