TARAKAN – Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Jufri Budiman, S.Pd., M.M., menegaskan Tani Merdeka harus menjadi wadah perjuangan yang benar-benar hadir untuk mendengar dan memperjuangkan kepentingan petani.
Pesan tersebut disampaikan Jufri menyusul dilantiknya pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bulungan, Tana Tidung, Nunukan dan Malinau, Sabtu (11/7/2026).
Menurutnya, amanah sebagai pengurus organisasi petani tidak cukup hanya ditandai dengan pelantikan. Tanggung jawab sesungguhnya dimulai ketika pengurus turun ke lapangan, bertemu petani dan memahami berbagai persoalan yang mereka hadapi.
“Setelah dilantik, saya mengingatkan agar seluruh ketua DPD segera menjalankan program kerja di wilayah masing-masing dan mendukung program kerja Presiden,” tegas Jufri Budiman.
Jufri berharap setiap DPD mampu membangun komunikasi yang kuat dengan kelompok tani. Berbagai persoalan, mulai dari kebutuhan sarana produksi, benih hingga pengembangan komoditas unggulan, perlu dipetakan agar dapat diperjuangkan secara terarah.
Ia menegaskan, Tani Merdeka Indonesia harus mengambil posisi sebagai mitra petani sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan.
“Pengurus harus bergerak dan hadir bersama petani. Kita ingin program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi petani di daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mengingatkan seluruh kader agar tidak terlena setelah menerima amanah organisasi.
“Di saat Anda tidak bergerak, setelah dilantik hanya duduk bersantai di kantor tanpa berbuat apa-apa, swasembada pangan di Kalimantan Utara tidak akan terwujud,” tegas Don Muzakir.
Ia juga meminta kader mengawal bantuan alat dan mesin pertanian serta benih agar benar-benar diterima petani yang berhak. Nama organisasi, kata dia, tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi maupun mencari keuntungan.
Pelantikan empat DPD tersebut menjadi langkah memperkuat barisan Tani Merdeka Indonesia di Kalimantan Utara. Dengan struktur organisasi yang semakin luas, perjuangan dan aspirasi petani diharapkan dapat dikawal lebih kuat hingga ke tingkat pemerintah. (**)












Discussion about this post