SURAKARTA – Program sosial dan lingkungan yang dijalankan PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Kalimantan mendapat pengakuan di tingkat nasional. Sebanyak 10 penghargaan berhasil diraih dalam ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2026 di Surakarta, Sabtu (8/8/2026).
Penghargaan tersebut diraih melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dikembangkan di sejumlah wilayah operasional Pertamina Patra Niaga di Kalimantan.
Menariknya, penghargaan yang diraih tidak terkonsentrasi pada satu bidang. Program yang mendapat apresiasi mencakup konservasi keanekaragaman hayati, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga kesetaraan dan inklusi sosial.
ISRA 2026 mengusung tema “Catalyzing Collective Change for Scalable Impact”. Ajang tersebut menjadi forum yang mempertemukan perusahaan, pemerintah, akademisi, komunitas, media, dan pemangku kepentingan untuk mendorong praktik tanggung jawab sosial dan keberlanjutan.
AFT Syamsudin Noor meraih Gold kategori Biodiversity Conservation melalui program Konservasi Rusa Sambar dan Tanaman Endemik Kalimantan. Unit yang sama juga meraih Silver kategori Education melalui program Eco Green School.
AFT Supadio meraih Gold kategori Gender Equality & Social Inclusion melalui program Aku Tangkas. Penghargaan Silver juga diraih melalui program Pelita Patra Bahari pada kategori Economic Empowerment.
FT Samarinda memperoleh Silver kategori Education melalui program Pendikresa.
Sementara itu, IT Balikpapan dan IT Pontianak masing-masing meraih Gold kategori Economic Empowerment. IT Balikpapan melalui program Kawan Patra dan IT Pontianak melalui Kampung Gambut Siantan Hilir.
Penghargaan Bronze juga diraih tiga unit lainnya, yakni AFT Sepinggan melalui program Taliwara, IT Banjarmasin melalui Pasar Teras Bersama, serta FT Tarakan melalui Kampung LESTARI.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyebut capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam mengembangkan program yang sesuai dengan kondisi di masing-masing daerah.
“Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus memastikan program TJSL memberikan manfaat yang nyata, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Edi.
Ia menegaskan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari penghargaan yang diperoleh, tetapi dari manfaat yang dirasakan dan kemampuan masyarakat untuk terus menjalankan program secara mandiri.
“Setiap program dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan potensi lokal sehingga masyarakat dapat berperan sebagai penggerak utama dalam menciptakan perubahan,” katanya.
Menurut Edi, keberagaman program yang mendapat penghargaan menunjukkan bahwa kebutuhan setiap wilayah memiliki karakteristik berbeda. Karena itu, pendekatan pemberdayaan harus disesuaikan dengan potensi dan persoalan lokal.
Mulai dari pelestarian rusa sambar dan tanaman endemik, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ekonomi masyarakat, hingga kesetaraan dan inklusi sosial menjadi bagian dari upaya tersebut.
Ke depan, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan berkomitmen memperluas dampak program melalui inovasi dan kolaborasi.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dan inovasi agar dampak positif dari program-program ini semakin luas, mampu mendorong kemandirian masyarakat, serta dapat dikembangkan maupun direplikasi sesuai kebutuhan di wilayah lainnya,” tambah Edi.
Raihan 10 penghargaan ISRA 2026 menjadi momentum bagi Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan untuk terus meningkatkan kualitas program TJSL, sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan terhadap pembangunan masyarakat dan pelestarian lingkungan di wilayah operasionalnya. (*)









Discussion about this post