JAKARTA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mulai melangkah lebih konkret dalam mewujudkan pembangunan jaringan kereta api dengan menggandeng investor swasta melalui skema pembiayaan penuh.
Hal ini dibahas dalam audiensi antara Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., dengan PT Indonesia Transit Synergy (INTRA) di Kantor Badan Penghubung Kaltara, Jakarta, Selasa (21/4).
Dalam pertemuan tersebut, pihak investor menyampaikan rencana pembangunan jaringan kereta api dengan nilai investasi mencapai Rp20 hingga Rp25 triliun. Seluruh pembiayaan proyek akan ditanggung oleh investor tanpa menggunakan anggaran pemerintah.
Selain meningkatkan konektivitas, proyek ini juga diperkirakan mampu menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja lokal, sehingga memberi dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.
Gubernur Zainal menyambut baik rencana tersebut dan menilai pembangunan kereta api akan menjadi salah satu tonggak penting dalam mempercepat pembangunan di Kaltara.
“Kehadiran kereta api akan membuka akses baru antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa jaringan kereta api ke depan diharapkan dapat terhubung dengan kawasan strategis, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN) serta membuka peluang konektivitas lintas negara.
Rencana ini sebenarnya telah lama disiapkan. Sejak 2015, pengembangan kereta api di Kaltara telah masuk dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas) 2030.
Sekretaris DPMPTSP Kaltara, Rahman Putrayani, menjelaskan bahwa dokumen perencanaan telah melalui tahap studi kelayakan dan desain teknis, sehingga tinggal dilakukan pembaruan agar sesuai dengan kondisi terbaru.
“Saat ini kami fokus pada penyempurnaan masterplan dan kajian kerja sama,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Kaltara melalui Bapperida juga tengah mematangkan rencana tersebut agar dapat segera direalisasikan.
Gubernur berharap proses kerja sama dapat segera difinalisasi dan penandatanganan kesepakatan dapat dilakukan di Tanjung Selor sebagai bentuk komitmen pembangunan di daerah.
Audiensi ini turut dihadiri Ketua DPRD Kaltara, Bupati Bulungan Syarwani, Wakil Bupati Malinau Jakaria, serta perwakilan pemerintah kabupaten dan OPD terkait.
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa rencana pembangunan kereta api di Kaltara semakin dekat untuk diwujudkan. (dkisp)








Discussion about this post