TANJUNG SELOR – Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Ingkong Ala, menyoroti pentingnya pembenahan sistem dan penguatan budaya kerja dalam peringatan Bulan K3 Nasional yang digelar di Lapangan PT. Abdi Borneo Plantations, Desa Apung, Kamis (12/2).
Dalam amanat Menteri Ketenagakerjaan RI yang dibacakannya, disebutkan bahwa Indonesia memiliki lebih dari 146 juta tenaga kerja yang tersebar di berbagai sektor dengan tingkat risiko yang beragam.
Menurut Ingkong, kecelakaan kerja bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga menunjukkan sistem kerja yang belum berjalan maksimal.
“Kecelakaan terjadi karena proses kerja yang tidak aman, peralatan kurang layak, pengawasan belum optimal, dan budaya K3 yang belum tertanam kuat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pendekatan reaktif harus diubah menjadi preventif. Upaya pencegahan harus menjadi prioritas, bukan sekadar penanganan setelah insiden terjadi.
Penguatan regulasi, peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan dan sertifikasi, serta digitalisasi layanan K3 menjadi bagian dari strategi nasional sepanjang 2025.
Selain itu, sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan, dunia usaha, asosiasi profesi, dan pemerintah daerah terus diperkuat untuk membangun sistem K3 yang lebih komprehensif.
Tema Bulan K3 Nasional tahun ini menekankan pentingnya ekosistem pengelolaan K3 yang profesional, andal, dan kolaboratif sebagai fondasi perlindungan tenaga kerja.
Ingkong mengajak seluruh pemangku kepentingan di Kaltara menjadikan K3 sebagai nilai utama dalam setiap aktivitas kerja.
“K3 bukan hanya aturan di atas kertas. Ini adalah komitmen untuk memastikan setiap pekerja dapat kembali ke keluarganya dengan selamat,” tegasnya.
Acara ditutup dengan penyerahan penghargaan Zero Accident dan simulasi pemadaman kebakaran sebagai bentuk edukasi serta peningkatan kesiapsiagaan di lingkungan kerja. (*)












Discussion about this post