SOLO – Mengabadikan satwa tidak sekadar menghasilkan foto atau video yang menarik. Di balik setiap gambar, terdapat cerita tentang kehidupan, habitat, dan pentingnya menjaga kelestarian satwa.
Pesan tersebut menjadi bagian dari rangkaian International Animal Photo & Video Competition (IAPVC) 2026 yang hadir di Solo Safari pada 29–30 Agustus 2026.
Mengusung tema “From Lens to Legacy”, roadshow IAPVC 2026 mengajak fotografer, videografer, kreator, komunitas, dan masyarakat untuk melihat kehidupan satwa dari perspektif yang lebih luas.
Melalui karya visual, peserta tidak hanya ditantang menangkap momen menarik satwa, tetapi juga menyampaikan cerita dan pesan konservasi kepada masyarakat.
Roadshow di Solo Safari merupakan bagian dari rangkaian IAPVC 2026 yang berlangsung di tiga destinasi Taman Safari Indonesia, yakni Taman Safari Bogor, Solo Safari, dan Taman Safari Prigen.
Selama kegiatan berlangsung, peserta berkesempatan mengeksplorasi kawasan Solo Safari dan mengabadikan berbagai aktivitas satwa. Kehadiran komunitas fotografi, videografi, dan kreator dari Solo dan sekitarnya turut membuat kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman dan memperluas jejaring.
Dua juri IAPVC 2026, Arbain Rambey dan Martha Suherman, juga hadir dalam roadshow tersebut. Kehadiran keduanya memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan wawasan mengenai fotografi satwa, storytelling, serta cara membangun karya visual yang mampu menyampaikan cerita secara kuat.
Board Member Taman Safari Indonesia, Agus Susanto, menegaskan bahwa IAPVC bukan sekadar ajang kompetisi.
Menurutnya, kompetisi tersebut diharapkan dapat menjadi sarana untuk mendekatkan isu konservasi kepada masyarakat.
“Kami ingin melalui IAPVC, masyarakat tidak hanya melihat satwa sebagai objek foto, tetapi juga memahami cerita dan pentingnya menjaga keberadaan mereka,” ujar Agus.
Ia mengatakan, pelaksanaan roadshow di Solo menjadi momentum untuk mempertemukan kreativitas peserta dengan pengalaman melihat satwa secara langsung.
Agus juga berharap peserta tidak hanya menghasilkan karya foto maupun video, tetapi membawa pulang pengalaman dan cerita baru mengenai satwa serta konservasi.
IAPVC 2026 menyediakan sejumlah kategori kompetisi, antara lain Wildlife Photo Story, Wildlife Young Creator, Wildlife Short Video Story, Wildlife Roadshow Story Challenge, Wildlife Journalist Story, dan kategori baru People’s Choice Awards.
Pendaftaran kompetisi masih dibuka hingga 30 September 2026.
Dengan menggabungkan kreativitas dan pesan konservasi, IAPVC 2026 diharapkan mampu menjadikan karya visual sebagai medium untuk membangun kepedulian masyarakat terhadap keberlangsungan satwa dan alam. (*)










Discussion about this post