MALINAU – Kabupaten Malinau menjadi daerah pertama di Kalimantan Utara yang menggelar pelatihan sertifikasi pelatih tenis lapangan tingkat dasar ITF (International Tennis Federation). Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Aco Borneo Malinau pada 14–17 Mei 2026 dan menghadirkan instruktur resmi dari PP Pelti Pusat.
Pelatihan ini diikuti 24 peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Utara serta peserta undangan dari Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Peserta terdiri dari Kabupaten Bulungan sebanyak 8 orang, Malinau 5 orang, Kota Tarakan 5 orang, Berau 3 orang, Nunukan 2 orang, dan Tana Tidung 1 orang.
Pembukaan kegiatan dilakukan pada Kamis malam (14/5/2026) oleh Ketua Pelti Malinau, Salauwati, S.E., M.Si., dan turut dihadiri perwakilan KONI Malinau serta tim pelatih nasional dari PP Pelti.
Dalam keterangannya, Salauwati mengatakan pelaksanaan pelatihan ini menjadi momentum penting bagi pengembangan olahraga tenis lapangan di wilayah Kalimantan Utara.
“Pelatihan sertifikasi ITF level dasar ini baru pertama kali dilaksanakan di Kalimantan Utara. Antusias peserta sangat tinggi, namun karena kuota dari PP Pelti Pusat terbatas, maka peserta dibatasi hanya 24 orang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya pelatih tenis agar pembinaan atlet di daerah dapat berjalan lebih baik dan terarah.
“Kami berharap seluruh peserta nantinya dapat memberikan kontribusi dalam pembinaan tenis lapangan, baik di Kalimantan Utara maupun Kalimantan Timur,” katanya.
Bidang Pembinaan dan Kepelatihan PP Pelti, Ghofar Ismail, menyebut langkah Pelti Malinau patut diapresiasi karena berani menghadirkan pelatihan berskala nasional di daerah.
Menurutnya, keberadaan pelatih bersertifikat menjadi kunci dalam membangun pembinaan atlet usia muda.
“Dari pelatihan ini nantinya akan lahir pelatih-pelatih tingkat dasar yang bisa melanjutkan ke level lebih tinggi hingga level internasional,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi awal munculnya atlet-atlet tenis berbakat dari Kalimantan Utara.
“Semoga ke depan lahir pemain-pemain muda potensial dari Malinau dan daerah lainnya yang mampu bersaing di tingkat nasional,” tambahnya.
Sementara itu, peserta asal Kabupaten Berau, Septian Aditya, mengaku bangga dapat mengikuti pelatihan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih atas undangan dari Kabupaten Malinau. Harapannya ilmu yang didapat di sini bisa kami bagikan kembali kepada teman-teman dan calon atlet di Berau,” ujarnya.
Pelatihan ini sekaligus menjadi ajang mempererat sinergi pembinaan olahraga tenis antar daerah di Kalimantan serta membuka peluang pengembangan atlet tenis usia muda di wilayah perbatasan. (*)










Discussion about this post