TARAKAN – Penemuan seorang pria berinisial A.T.C. (29) dalam kondisi tergantung di atas pohon di Jalan Melati RT 22, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat, Minggu (18/10/2026), ditangani personel Polres Tarakan bersama Polsek Tarakan Barat.
Korban yang diketahui berprofesi sebagai nelayan tersebut ditemukan sekitar pukul 10.50 WITA. Informasi awal diterima warga dari anak-anak yang mengetahui keberadaan korban di lokasi.
Warga kemudian memeriksa tempat kejadian dan menghubungi Ketua RT setempat. Informasi tersebut diteruskan kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Karang Anyar hingga petugas kepolisian mendatangi lokasi.
Di tempat kejadian perkara (TKP), petugas melakukan pemeriksaan awal, mengamankan area, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk mengetahui kronologi peristiwa.
Setelah penanganan di lokasi, jenazah korban dibawa ke RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan.
Informasi awal dari Ketua RT menyebutkan bahwa korban sempat menjalani mediasi dengan istrinya sekitar satu minggu sebelum kejadian terkait persoalan rumah tangga. Namun, belum ada keterangan resmi yang memastikan adanya hubungan antara persoalan tersebut dan kematian korban.
Pihak keluarga dilaporkan menolak pelaksanaan visum et repertum. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan dan berita acara penolakan visum.
Kasi Humas Polres Tarakan, Iptu Rusli, dalam draf pernyataan yang perlu dikonfirmasi, mengingatkan masyarakat untuk menjaga etika dalam menyikapi informasi penemuan jenazah.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan foto atau video korban, serta tidak membuat spekulasi mengenai penyebab kejadian. Mari menghormati privasi keluarga dan menunggu informasi resmi dari pihak kepolisian,” ujar Iptu Rusli.
Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah meneruskan informasi yang belum terverifikasi, terutama melalui media sosial dan grup percakapan.
Penanganan peristiwa tersebut dilakukan sesuai prosedur untuk mendalami fakta-fakta yang berkaitan dengan penemuan jenazah.
Hingga informasi ini disusun, penyebab kematian korban belum dapat dipastikan secara resmi. (*)









Discussion about this post