TARAKAN – Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, meminta kader NasDem Kalimantan Utara tidak berkecil hati menghadapi persaingan politik menuju Pemilu 2029.
Menurut Saan, peta politik Kaltara memang bukan medan yang mudah. Dengan alokasi hanya tiga kursi DPR RI, persaingan untuk mendapatkan kursi di Senayan sangat ketat. Namun, kondisi tersebut bukan alasan bagi NasDem untuk kehilangan optimisme.
“Saya selalu menyampaikan, sulit itu bukan berarti mustahil,” kata Saan saat menghadiri konsolidasi Partai NasDem se-Kaltara di Hotel Tarakan Plaza, Jumat (28/8/2026) malam.
Konsolidasi tersebut dihadiri Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem Hermawi Fransiskus Taslim, Ketua DPW Partai NasDem Kaltara Supa’ad Hadianto, Wakil Bupati Malinau Jakaria, serta jajaran pengurus dan anggota DPRD NasDem tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Saan mengatakan, NasDem Kaltara memiliki rekam jejak elektoral yang cukup baik. Pada Pemilu 2019, NasDem berhasil merebut satu kursi DPR RI dari daerah pemilihan Kaltara.
Capaian tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa NasDem memiliki kemampuan untuk bersaing di tengah ketatnya kontestasi politik Kaltara.
“Kalau kita lihat sejak NasDem berdiri, kita sudah tiga kali pemilu. Kaltara juga punya rekam elektoral yang tidak jelek. Pada Pemilu 2019, NasDem mendapatkan satu kursi DPR RI,” ujarnya.
Namun, kursi tersebut hilang pada Pemilu 2024. Kondisi itu menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan menjelang Pemilu 2029.
Saan meminta seluruh kader menjadikan kegagalan mempertahankan kursi DPR RI sebagai evaluasi sekaligus pemicu untuk bekerja lebih keras.
“Sulit bukan berarti mustahil. Itu adalah tanda bahwa kita harus bekerja lebih keras lagi dibandingkan kerja-kerja kita sebelumnya,” tegasnya.
Bekerja Lebih Keras
Saan menilai keberhasilan merebut kembali kursi DPR RI tidak cukup hanya dengan mengandalkan sumber daya partai. Menurutnya, modal utama yang harus dibangun adalah kemauan, keyakinan, optimisme, semangat, dan tekad kader.
Ia menegaskan, sumber daya yang besar tidak akan berarti jika tidak dibarengi kemauan untuk bergerak. Sebaliknya, keterbatasan sumber daya dapat diatasi apabila seluruh kader memiliki tekad kuat untuk mencapai target.
“Kalau kita memiliki keyakinan yang kuat, optimisme, semangat, motivasi, kemauan, dan tekad yang kuat, itu yang akan mendorong kita melakukan upaya-upaya pergerakan,” katanya.
Karena itu, Saan meminta kader NasDem Kaltara mulai bekerja sejak sekarang. Pemilu 2029 memang masih sekitar dua setengah tahun lagi, tetapi waktu tersebut dinilai harus dimanfaatkan untuk membangun kekuatan secara bertahap.
Menurutnya, tidak ada kursi legislatif yang datang dengan sendirinya. Setiap kursi harus diperjuangkan melalui kerja politik yang terukur dan konsisten.
“Kursi yang hilang itu tidak mungkin tiba-tiba datang secara sukarela. Kursi itu harus kita ambil, harus kita cari,” ujarnya.
Target Fraksi Sendiri
Selain merebut kembali kursi DPR RI, NasDem juga memasang target meningkatkan perolehan kursi DPRD Provinsi Kaltara.
Saat ini NasDem memiliki dua kursi di DPRD Provinsi Kaltara dan masih tergabung dalam fraksi gabungan. Pada Pemilu 2029, partai menargetkan sedikitnya empat kursi agar dapat membentuk fraksi sendiri.
“Kita harus bisa memastikan di 2029 perolehan kursi DPRD provinsi minimal menjadi fraksi sendiri,” tegas Saan.
Ia juga mendorong agar keterwakilan NasDem di DPRD kabupaten/kota terus diperkuat. Saat ini, NasDem telah memiliki fraksi sendiri di Nunukan dan Malinau, sementara di daerah lain masih tergabung dalam fraksi gabungan.
Saan berharap konsolidasi yang dilakukan sejak sekarang mampu memperkuat mesin partai hingga tingkat akar rumput.
Bagi Saan, target politik tersebut hanya dapat dicapai apabila seluruh kader memiliki keyakinan yang sama bahwa NasDem mampu bersaing dan kembali merebut kursi yang hilang.
“Yang pertama harus kita pastikan pada diri kita semua adalah optimisme dan keyakinan. Kita harus optimis, harus yakin,” pungkasnya. (*)











Discussion about this post