TARAKAN – Camat Tarakan Utara Sisca Maya Crenata, S.STP., M.H. menginginkan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kecamatan Tarakan Utara menjadi pusat pembinaan Al-Qur’an yang aktif sepanjang tahun, bukan hanya sibuk menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).
Pesan tersebut disampaikan Sisca saat mengukuhkan 43 pengurus LPTQ Kecamatan Tarakan Utara Masa Bakti 2026–2031 di Aula Kantor Kecamatan Tarakan Utara, Sabtu (1/8/2026) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Kantor Kementerian Agama Kota Tarakan, Kapolsek Tarakan Utara, Danramil 0907/Tarakan Utara, anggota DPRD Kaltara H. Hancong, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan pondok pesantren, pengurus masjid, majelis taklim, organisasi kemasyarakatan Islam, dewan hakim MTQ, hingga pemerhati syiar Al-Qur’an.
Pengurus LPTQ yang baru dipimpin Suryadi Sangkala sebagai Ketua Umum, didampingi H. Nur Ali, S.Ag. sebagai Wakil Ketua, Erwansyah sebagai Sekretaris, dan Mudzakir sebagai Bendahara.

Dalam sambutannya, Sisca menilai keberadaan LPTQ memiliki peran penting dalam memperkuat syiar Islam sekaligus membangun karakter masyarakat melalui nilai-nilai Al-Qur’an.
Karena itu, ia meminta seluruh pengurus tidak menjadikan MTQ sebagai satu-satunya fokus kegiatan organisasi.
“Selama ini banyak yang menganggap LPTQ hanya muncul ketika MTQ akan dilaksanakan. Pola pikir seperti itu harus diubah. LPTQ harus hadir di tengah masyarakat melalui pembinaan yang berkesinambungan,” ujarnya.
Menurut Sisca, Tarakan Utara memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pusat pembinaan Al-Qur’an di Kota Tarakan. Keberadaan pondok pesantren, rumah tahfiz, majelis taklim, serta qari dan qariah berprestasi menjadi kekuatan yang perlu disinergikan.
Ia berharap kepengurusan yang baru mampu menyusun program kerja yang menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti pelatihan tilawah, tahfiz, tartil, kaligrafi, tafsir, pembinaan dewan hakim, hingga kaderisasi pelatih.
“Saya berharap seluruh pengurus dapat menjalankan amanah ini dengan ikhlas dan menjadikan LPTQ sebagai wadah pembinaan Al-Qur’an yang terus bergerak sepanjang tahun,” katanya.
Sisca juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung pengembangan LPTQ, mulai dari pemerintah, tokoh agama, pengurus masjid, pondok pesantren, organisasi kemasyarakatan Islam, hingga dunia usaha.
Menurutnya, pembinaan Al-Qur’an merupakan tanggung jawab bersama yang akan berdampak pada pembentukan karakter generasi muda.
Selain itu, ia berharap sistem pembinaan peserta MTQ dapat semakin baik, termasuk dalam pendataan peserta berdasarkan domisili pembinaan agar potensi yang dibina di Tarakan Utara dapat terus berkembang dan memberikan prestasi bagi daerah.
“Potensi yang tumbuh di Tarakan Utara harus kita jaga dan bina bersama. Saya optimistis, jika pembinaan dilakukan secara konsisten, Tarakan Utara akan terus melahirkan qari, qariah, hafiz, dan hafizah yang mampu berprestasi di berbagai tingkatan,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Sisca turut menyampaikan apresiasi kepada Ketua LPTQ Tarakan Utara Suryadi Sangkala atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan pengukuhan, termasuk penyediaan konsumsi, perlengkapan kegiatan, hingga seragam pengurus.
Mengakhiri sambutannya, ia mengingatkan bahwa pelantikan bukan akhir dari proses, melainkan awal pengabdian.
“Mulai malam ini mari kita bekerja bersama. Jangan hanya semangat saat dilantik, tetapi terus hadir dengan program nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan,” pungkasnya. (*)










Discussion about this post