swaraborneo.co.id
Advertisement Banner
  • Home
  • Daerah
    • Swara Kaltim
      • Balikpapan
      • Samarinda
      • Berau
      • Bontang
      • Kutai Barat
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Timur
      • Mahakam Ulu
      • Paser
      • PPU
    • Swara Kaltara
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • Swara Kalbar
    • Swara Kalteng
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Swara Kaltim
      • Balikpapan
      • Samarinda
      • Berau
      • Bontang
      • Kutai Barat
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Timur
      • Mahakam Ulu
      • Paser
      • PPU
    • Swara Kaltara
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • Swara Kalbar
    • Swara Kalteng
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
No Result
View All Result
swaraborneo.co.id
No Result
View All Result
Home Daerah Swara Kaltara

TNKM Menjadi Rumah bagi Satwa Langka dan Dilindungi

by Admin
20/08/2026
in Swara Kaltara
TNKM Menjadi Rumah bagi Satwa Langka dan Dilindungi

Kekayaan Fauna Tersembunyi di Hutan Taman Nasional Kayan Mentarang. (dok SPTN)

NUNUKAN – Hutan lebat di perbatasan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menyimpan kehidupan yang tidak selalu mudah dijumpai. Di balik pepohonan dan sunyi kawasan hutan, sejumlah satwa langka masih bertahan di habitat alaminya.

Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) menjadi salah satu rumah penting bagi satwa-satwa tersebut. Di wilayah kerja Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Long Bawan, petugas terus melakukan pemantauan untuk memastikan keberadaan dan kondisi satwa tetap terjaga.

Baca Juga

Kapolda Kaltara Pimpin Sertijab, Minta Pejabat Baru Segera Beradaptasi dan Perkuat Pelayanan

HAN ke-42 di Tarakan, Khairul: Suara Anak Harus Didengar

Khairul: Pemberdayaan Penerima Manfaat Harus Berujung pada Kemandirian

Hasil pemantauan mencatat sedikitnya 14 jenis satwa dilindungi berdasarkan Permen LHK Nomor P.106 Tahun 2018.

Di antaranya terdapat trenggiling (Manis javanica), beruang madu (Helarctos malayanus), binturong (Arctictis binturong), rusa, kuau raja (Argusianus argus), kucing batu (Pardofelis marmorata), kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis) hingga macan dahan Kalimantan (Neofelis diardi borneensis).

Keberadaan mereka menjadi gambaran bahwa kawasan hutan perbatasan masih menyediakan ruang bagi kehidupan liar.

Trenggiling yang Terus Dibayangi Ancaman

Di antara satwa yang dipantau, trenggiling menjadi salah satu yang memiliki perhatian khusus.

Satwa bersisik ini berstatus Critically Endangered (CR) atau kritis. Artinya, trenggiling menghadapi risiko kepunahan yang sangat tinggi di alam.

Karena itu, setiap jejak keberadaannya menjadi informasi penting bagi petugas konservasi.

Trenggiling membutuhkan habitat hutan yang aman untuk mencari makan, berlindung dan berkembang biak. Ketika habitatnya terganggu, ruang hidup satwa tersebut ikut terancam.

Di TNKM, keberadaan hutan yang masih relatif terjaga memberikan kesempatan bagi satwa tersebut untuk bertahan di alam.

Predator dari Hutan Borneo

Tidak jauh dari kehidupan trenggiling, ada pula macan dahan Kalimantan.

Kucing liar endemik Pulau Kalimantan tersebut dikenal sebagai salah satu predator di ekosistem hutan. Keberadaannya membantu menjaga keseimbangan rantai makanan.

Macan dahan tidak mudah ditemukan. Kehidupannya yang cenderung tersembunyi membuat keberadaannya lebih sering diketahui melalui tanda-tanda maupun hasil pemantauan petugas.

Bagi kawasan konservasi, keberadaan predator seperti macan dahan memiliki arti tersendiri. Ia menunjukkan bahwa ekosistem hutan masih mampu menyediakan ruang bagi satwa pada berbagai tingkatan rantai makanan.

Suara Kuau Raja di Tengah Hutan

Kekayaan fauna TNKM juga datang dari dunia burung.

Kuau raja menjadi salah satu jenis yang dipantau secara khusus. Identifikasi terhadap keberadaannya mulai dilakukan tim patroli TNKM sejak 2021, kemudian dilanjutkan dengan monitoring sebaran pada 2022.

Tidak selalu harus melihat burungnya secara langsung. Petugas dapat mengenali keberadaan kuau raja melalui suara khas, bekas sarang, bekas lokasi menari hingga bulu yang ditemukan di kawasan.

Metode sederhana tersebut menjadi bagian dari upaya memahami kehidupan satwa yang sebagian besar waktunya tersembunyi di dalam hutan.

Hutan Adalah Rumah Mereka

Kepala SPTN Wilayah I Long Bawan, Hery Gunawan, S.Hut., mengatakan keberadaan satwa dilindungi menunjukkan pentingnya kawasan hutan sebagai habitat.

“Bagi kami di tingkat tapak, keberadaan satwa dilindungi seperti trenggiling, beruang madu, binturong, kuau raja, rusa, dan macan dahan Kalimantan menunjukkan bahwa hutan di wilayah kerja SPTN Wilayah I Long Bawan masih memiliki fungsi penting sebagai habitat berbagai jenis satwa,” kata Hery, Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, status konservasi setiap satwa menjadi salah satu dasar dalam menentukan prioritas pemantauan.

Patroli, inventarisasi, pengamanan kawasan dan monitoring keanekaragaman hayati terus dilakukan. Namun, menurut Hery, konservasi tidak akan berjalan maksimal tanpa keterlibatan masyarakat.

“Kami berharap keberadaan satwa-satwa ini tidak hanya dipandang sebagai data hasil monitoring, tetapi menjadi kebanggaan bersama,” ujarnya.

Wilayah kerja SPTN Wilayah I Long Bawan sendiri bersinggungan langsung dengan perbatasan negara. Terdapat 84 desa atau permukiman dari tujuh kecamatan serta 12 lokasi objek dan daya tarik wisata alam.

Batas kawasan dengan Serawak mencapai 101,24 kilometer, sementara dengan Sabah sepanjang 98,99 kilometer.

Secara keseluruhan, TNKM memiliki luas 1.271.665 hektare. Kawasan ini menjadi habitat sedikitnya 96 jenis mamalia dan 200 jenis aves.

Kepala Balai TNKM Seno Pramudito, S.Hut., M.E., mengatakan keberadaan satwa dilindungi menjadi bagian penting dari nilai konservasi TNKM.

“Keberadaan berbagai jenis satwa dilindungi di Taman Nasional Kayan Mentarang menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki nilai konservasi yang sangat penting,” tutur Seno.

Di perbatasan Nunukan, hutan bukan hanya tempat pepohonan tumbuh. Ia adalah rumah bagi kehidupan yang mungkin tidak pernah terlihat manusia.

Selama rumah itu tetap terjaga, trenggiling masih memiliki tempat mencari makan, macan dahan masih memiliki ruang berburu, dan kuau raja masih dapat mengisi hutan dengan suaranya.

Menjaga hutan, pada akhirnya, berarti memberi kesempatan kepada satwa-satwa itu untuk tetap menjadi bagian dari alam Borneo.

Tags: Hutan PerbatasanKalimantan UtaraKonservasiKuau RajaLutung BanggatMacan Dahan KalimantanNunukanSatwa DilindungiSatwa LangkaSWARA BORNEOTaman Nasional Kayan MentarangTNKMTrenggiling
Share13Tweet8SendShareSend

Related Posts

Kapolda Kaltara Pimpin Sertijab, Minta Pejabat Baru Segera Beradaptasi dan Perkuat Pelayanan

Kapolda Kaltara Pimpin Sertijab, Minta Pejabat Baru Segera Beradaptasi dan Perkuat Pelayanan

18/08/2026
HAN ke-42 di Tarakan, Khairul: Suara Anak Harus Didengar

HAN ke-42 di Tarakan, Khairul: Suara Anak Harus Didengar

18/08/2026
Khairul: Pemberdayaan Penerima Manfaat Harus Berujung pada Kemandirian

Khairul: Pemberdayaan Penerima Manfaat Harus Berujung pada Kemandirian

18/08/2026
Warga Tarakan Rayakan Detik-Detik Proklamasi dengan Bentangkan Bendera 17 x 8 Meter

Warga Tarakan Rayakan Detik-Detik Proklamasi dengan Bentangkan Bendera 17 x 8 Meter

17/08/2026
Semangat Kemerdekaan di Krayan, Upacara HUT ke-81 RI Berlanjut dengan Bantuan Warga

Semangat Kemerdekaan di Krayan, Upacara HUT ke-81 RI Berlanjut dengan Bantuan Warga

17/08/2026
Ketua DPRD Kaltara: Kemerdekaan Adalah Amanah untuk Terus Membangun

Ketua DPRD Kaltara: Kemerdekaan Adalah Amanah untuk Terus Membangun

17/08/2026

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami

Berita Terlaris

  • PSMTI Dikukuhkan, Wali Kota Tarakan Ajak Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman

    PSMTI Dikukuhkan, Wali Kota Tarakan Ajak Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman

    35 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Bupati Wempi Kukuhkan Paskibraka Malinau, Titip Amanah untuk Kibarkan Merah Putih

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Evaluasi Kinerja Kelurahan, Camat Tarakan Utara Tekankan Tindak Lanjut dan Koordinasi

    33 shares
    Share 13 Tweet 8
  • (Update): Gempa M 7,7 NTT, BNPB Kerahkan Dukungan Darurat, 2.000 Warga Nagekeo Mengungsi Mandiri

    33 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Rumah Terbakar di Somel Semangkadu, Seorang Perempuan Meninggal Dunia

    35 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Camat Tarakan Utara: Jembatan Garuda untuk Masyarakat, Mari Dijaga Bersama

    33 shares
    Share 13 Tweet 8
swaraborneo.co.id

Kami merupakan media online independen yang selalu menyajikan berita terupdate untuk pembaca Swara Borneo

Follow Us

Rubrik

  • Balikpapan
  • Berau
  • Bontang
  • Bulungan
  • Daerah
  • DPRD Kaltara
  • Ekonomi
  • Headline
  • Hukum & Kriminal
  • Kutai Barat
  • Kutai Kartanegara
  • Malinau
  • Nasional
  • Nunukan
  • Opini
  • Pariwisata
  • Paser
  • Pendidikan
  • Polda Kaltara
  • Politik
  • PPU
  • Samarinda
  • Swara Kalbar
  • Swara Kalsel
  • Swara Kaltara
  • Swara Kalteng
  • Swara Kaltim
  • Tana Tidung
  • Tarakan

Tag

dprd kaltara Kalimantan Utara kaltara lapas tarakan Nunukan pemprov kaltara polda kaltara polres tarakan SWARA BORNEO tarakan

Tentang Kami

  • Redaksi & Manajemen
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

© 2023 www.swaraborneo.co.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Swara Kaltim
      • Balikpapan
      • Samarinda
      • Berau
      • Bontang
      • Kutai Barat
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Timur
      • Mahakam Ulu
      • Paser
      • PPU
    • Swara Kaltara
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • Swara Kalbar
    • Swara Kalteng
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini

© 2023 www.swaraborneo.co.id