TARAKAN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Supa’ad Hadianto menggelar reses Masa Persidangan III Tahun 2026 di Cafe Foryou, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat, Ahad (17/5/2026).
Berbeda dari reses pada umumnya, kegiatan tersebut dikemas dalam suasana dialog terbuka dengan menghadirkan berbagai unsur masyarakat serta narasumber dari instansi terkait.
Hadir dalam kegiatan itu perwakilan Dinas Pendidikan Kalimantan Utara, Kepala Kesbangpol Tarakan, ketua RT, mahasiswa, Persatuan Mualaf Dayak, hingga para jurnalis.
Dalam sambutannya, Supa’ad menegaskan bahwa masyarakat harus mengetahui dan memahami penggunaan anggaran negara, termasuk anggaran kegiatan DPRD.
Ia menjelaskan seluruh pembiayaan reses berasal dari uang rakyat yang dikumpulkan melalui pajak daerah dan kemudian dibahas dalam APBD.
“Jadi masyarakat jangan merasa asing dengan kegiatan seperti ini, karena semua yang digunakan hari ini berasal dari uang rakyat,” ujarnya.
Menurutnya, keterbukaan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif.
Karena itu, ia sengaja melibatkan media dan menghadirkan narasumber dari OPD agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Saya mengundang jurnalis karena saya ingin semua kegiatan ini diketahui masyarakat luas. Ini bentuk keterbukaan,” katanya.
Pada reses kali ini, Supa’ad mengangkat tema Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Ia mengaku sengaja menghadirkan pihak Dinas Pendidikan agar masyarakat mendapatkan penjelasan langsung mengenai aturan dan mekanisme penerimaan siswa baru.
“Kalau ada hal yang berkaitan dengan pendidikan, maka yang bicara harus ahlinya. Supaya masyarakat tidak salah paham,” ucapnya.
Selain membahas pendidikan, Supa’ad juga menyoroti persoalan kesehatan dan lapangan pekerjaan yang menurutnya sangat memengaruhi kondisi sosial masyarakat.
Ia menyebut pekerjaan sebagai faktor penting untuk menjaga stabilitas ekonomi keluarga dan mencegah munculnya persoalan sosial.
“Kalau masyarakat tidak bekerja, maka persoalan sosial akan mudah muncul. Karena itu pekerjaan dan pendidikan harus berjalan seimbang,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Supa’ad turut membuka ruang komunikasi dengan masyarakat melalui media sosial pribadinya.
Ia mengajak masyarakat menyampaikan aspirasi kapan saja tanpa harus menunggu kegiatan reses berlangsung.
“Kalau ada persoalan atau usulan, silakan sampaikan lewat media sosial saya. Semua terbuka untuk masyarakat,” pungkasnya.(*)









Discussion about this post