Gol semata wayang dicetak Diakite pada menit ke-50 dan menjadi penentu kemenangan Annur FC di hadapan ribuan suporter yang memadati stadion.
Atmosfer final berlangsung luar biasa. Sejak sore hari, kawasan Stadion Sei Bilal dipenuhi penonton, bahkan arus lalu lintas di Jalan Bhayangkara hingga Jalan Sei Bilal sempat padat akibat tingginya antusiasme masyarakat.
Laga berlangsung sengit sejak menit awal. Kedua tim silih berganti melancarkan serangan, namun kokohnya lini pertahanan membuat babak pertama berakhir tanpa gol. Memasuki babak kedua, Diakite berhasil memecah kebuntuan melalui penyelesaian akhir yang membawa Annur FC unggul hingga pertandingan usai.
Jalannya partai final dipimpin wasit asal Tarakan, Matnur. Dengan kepemimpinan yang tegas dan konsisten, laga berlangsung sportif meski tensi pertandingan cukup tinggi hingga peluit akhir dibunyikan.
Usai pertandingan, Bupati Nunukan H. Irwan Sabri menyerahkan trofi juara kepada Annur FC didampingi Wakil Bupati Hermanus, Plt Sekda Raden Iwan Kurniawan, unsur Forkopimda, serta disaksikan Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Zainal A. Paliwang.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Irwan Sabri mengumumkan penambahan hadiah sebesar Rp30 juta, sehingga total hadiah turnamen menjadi Rp250 juta. Menurutnya, turnamen ini bukan hanya ajang mencari juara, tetapi juga wadah pembinaan atlet muda dan memperkuat sportivitas.
Annur FC berhak membawa pulang trofi dan hadiah Rp100 juta, sedangkan Kaliber FC menerima Rp75 juta sebagai runner-up. Diakite juga keluar sebagai Top Skor dengan torehan 18 gol, sementara penghargaan individu lainnya diraih Imran (Best Local Player), Olan (Best Player), Akbar (Best Goalkeeper), dan Internal FC sebagai penerima Fair Play Award.
Keberhasilan Annur FC menjadi juara menutup Bupati Cup 2026 dengan penuh kemeriahan sekaligus menjadi bukti bahwa sepak bola Nunukan terus berkembang dan mampu melahirkan talenta-talenta terbaik. (*)










Discussion about this post