TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan menetapkan status Waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Kalimantan Utara dalam Peringatan Dini Cuaca Ekstrem periode 22–24 Juli 2026.
Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan, Rabu (22/7/2026), menyampaikan bahwa pada 22 dan 23 Juli, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau, Kota Tarakan, dan Kabupaten Tana Tidung. Sementara itu, pada 24 Juli, potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan masih terjadi di Kabupaten Nunukan.
BMKG menjelaskan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, genangan, tanah longsor, serta pohon tumbang. Oleh karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan maupun melintasi daerah rawan bencana.
Dalam prakiraan tiga harian tersebut, BMKG tidak mengeluarkan peringatan dengan level Siaga maupun Awas. Selain itu, tidak terdapat potensi angin kencang yang memerlukan peringatan khusus.
Meski demikian, kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu. BMKG mengimbau masyarakat agar rutin memantau perkembangan cuaca dan menyesuaikan rencana aktivitas apabila terjadi perubahan kondisi di lapangan.
“Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 3 Harian Kalimantan Utara 22–24 Juli 2026. Informasi prakiraan cuaca hingga level kelurahan selengkapnya dapat dilihat melalui aplikasi InfoBMKG, website resmi BMKG di www.bmkg.go.id, website cuaca ISDP di cuaca.bmkg.go.id, atau dengan memindai kode QR pada infografis yang telah disediakan,” ujar Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan, Rabu (22/7/2026). (*)












Discussion about this post