BULUNGAN – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026, Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Utara melakukan langkah antisipatif dengan menggelar Survey Laik Jalan Gabungan 5 Pilar Keselamatan Lalu Lintas, Kamis (5/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari tersebut dipusatkan di Simpang Km 2 Poros Bulungan – Tana Tidung – Malinau. Survey dilakukan dengan melibatkan berbagai instansi guna memastikan kondisi jalan yang akan dilalui masyarakat saat mudik dalam keadaan aman.
Survey ini dipimpin oleh Dirlantas Polda Kaltara Kombes Pol Mohamad Syarhan, S.I.K., M.H., bersama jajaran Ditlantas, Jasa Raharja Provinsi Kaltara, Balai BPJN, BPTD, Dinas Perhubungan, PUPR, serta Satlantas dari Polresta Bulungan, Polres Tana Tidung dan Kanit Patroli Malinau.
Dari hasil pemantauan di lapangan, tim menemukan sejumlah titik yang dinilai berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Di antaranya berada di KM 24 dan KM 27 yang mengalami kerusakan jalan serta terdapat bekas longsor dan lokasi kecelakaan truk pengangkut sawit yang diduga kelebihan muatan.
Selain itu, di Jembatan Sejelai 2 wilayah Sekatak ditemukan kondisi jalan berlubang sebelum jembatan. Sementara di kawasan Sekatak Buji terdapat jalan yang patah atau amblas sehingga perlu penanganan segera.
Kondisi lain yang menjadi perhatian berada di Sei Tabarau 2, Kabupaten Tana Tidung, di mana tidak terdapat pembatas jembatan pada jalur yang menikung dan menanjak. Di Jembatan KTT juga ditemukan longsoran yang sementara ditangani dengan pemasangan police line.
Adapun di Jembatan Sei Rongkang, tim menilai perlu adanya pembaruan rambu lalu lintas serta pengecatan garis keselamatan karena terdapat tikungan tajam yang rawan kecelakaan.
Sebagai tindak lanjut, Ditlantas Polda Kaltara bersama instansi terkait memberikan sejumlah rekomendasi, mulai dari penimbunan jalan rusak, pemasangan waterbarrier, hingga pemasangan tanda peringatan di titik rawan.
Dirlantas Polda Kaltara Kombes Pol Mohamad Syarhan mengatakan survey ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan keselamatan berlalu lintas, khususnya menjelang arus mudik Lebaran.
“Melalui survey ini kami ingin memastikan jalur yang dilalui masyarakat dalam kondisi aman dan layak. Temuan di lapangan akan segera kami koordinasikan dengan instansi terkait untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan perusahaan angkutan, khususnya pengangkut kelapa sawit, agar mematuhi aturan batas muatan kendaraan demi keselamatan bersama di jalan raya. (*)












Discussion about this post