NUNUKAN – Semangat menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 membawa cerita tersendiri dari Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan. Di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia ini, pembagian bendera Merah Putih tidak hanya menghidupkan suasana kemerdekaan, tetapi juga menghadirkan rezeki bagi pedagang kecil.
Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, bersama Bupati Nunukan H. Irwan Sabri dan jajaran pemerintah turun langsung membagikan bendera Merah Putih kepada masyarakat.
Warga yang ditemui menerima bendera dengan antusias. Bendera tersebut nantinya dipasang di rumah, toko, maupun lingkungan tempat tinggal sebagai bagian dari semarak menyambut 17 Agustus.
Namun, perhatian Gubernur tidak berhenti pada pembagian bendera.
Di tengah kegiatan, sejumlah pedagang bendera justru mendapat kejutan. Dagangan mereka diborong Gubernur.

Bagi pedagang yang sehari-hari mengandalkan penjualan bendera menjelang perayaan kemerdekaan, pembelian dalam jumlah besar tersebut menjadi berkah tersendiri.
Daris, salah seorang pedagang, mengaku tak menyangka benderanya dibeli hingga sekitar 80 lembar. Bendera yang dibeli berukuran 1,20 meter.
“Alhamdulillah, nggak nyangka juga. Tiba-tiba istilahnya keborong banyak, 80 biji,” ujar Daris.
Ia mengaku pembelian tersebut cukup membantu. Sebab, penjualan sebelumnya masih sepi. Dalam sehari, bendera yang terjual rata-rata hanya sekitar 10 hingga 15 lembar.
“Sekarang sepi betul. Sehari-hari laku cuma 10 sampai 15,” katanya.
Pedagang lainnya, Didi Mashudi, juga merasakan hal yang sama. Sekitar 40 bendera dagangannya dibeli dalam kegiatan tersebut.
Menurut Didi, pembelian itu sangat membantu usahanya.
“Sangat membantu Pak. Terima kasih,” ucapnya.
Didi pun berharap suasana menjelang 17 Agustus semakin meningkatkan minat masyarakat untuk membeli dan memasang bendera.
“Mudah-mudahan banyak lagi pembeli. Mudah-mudahan masyarakat yang datang ke sini lebih memiliki kesadaran memasang bendera,” harapnya.
Pesan dari Garis Depan Negeri
Bagi Gubernur Zainal, kegiatan membagikan bendera di Sebatik memiliki makna lebih dari sekadar menyambut perayaan kemerdekaan.
Wilayah perbatasan merupakan bagian penting dari wajah Indonesia. Karena itu, semangat nasionalisme harus terus dijaga oleh masyarakat yang tinggal di garis depan negara.
“Ini kegiatan kebangsaan di wilayah perbatasan Sebatik, Kabupaten Nunukan. Harapan kita, khususnya masyarakat perbatasan tetap menjaga persatuan, nasionalisme, kemudian menjaga dengan baik wilayah perbatasan kita,” kata Zainal.
Dari Sebatik, pesan kemerdekaan pun hadir dalam bentuk yang sederhana.
Bendera dibagikan kepada masyarakat. Pedagang mendapatkan rezeki. Dan warga kembali diingatkan untuk mengibarkan Merah Putih sebagai simbol kecintaan kepada tanah air.
Di perbatasan Indonesia-Malaysia, HUT RI ke-81 bukan hanya tentang merayakan usia kemerdekaan.
Tetapi juga tentang menjaga persatuan, menguatkan rasa memiliki terhadap NKRI, dan memastikan Merah Putih tetap berkibar di setiap sudut beranda terdepan Indonesia.












Discussion about this post